10 Checklist Anti Gagal Membuka Coffee Shop Impianmu - Part 2 of 2
Part 2 ! Membaca ini akan membuat kamu 1 langkah lebih dekat untuk bisa sukses membuka Coffee Shop Impian.
Sudah membaca part 1? Kalau sudah dan kamu kembali lagi untuk membaca part 2, ini akan jadi hari baik buat kamu. Karena berarti kamu 1 langkah lebih dekat untuk masuk kategori manusia terpilih yang bisa sukses membuka Coffee Shop Impian.
Untuk semakin meyakinkan kamu bahwa persiapan bisnis yang matang adalah hal yang penting, saya ingin memberikan sebuah insight.
Menurut Allegra World Coffee Portal, saat ini industri kopi secara global sudah memasuki era 5th wave. Wave ini merepresentasikan kualitas visi dan eksekusi yang perlu dimiliki untuk memenuhi keinginan, kebutuhan, dan aspirasi para Milenial dan Generasi Z - 2 generasi yang sangat cerdas dan memiliki kebutuhan tinggi untuk merasakan keterikatan.
Yang berarti: untuk sebuah coffee shop bisa bertahan dan berkembang dibutuhkan pemahaman yang mendalam akan pasar. Kemudian memiliki tim yang mampu melakukan level eksekusi luar biasa dalam memberikan experience berkualitas tinggi dengan konsisten dan progresif.
Maka dari itu, yuk buang pemikiran: "udee, buka dulu aja abis itu baru mikir," jauh-jauh ke laut. Dan mari kita mulai part 2!
Business Model
Kalau kamu sudah melakukan riset berdasarkan sumber yang saya bagikan di artikel sebelumnya, bisa dibilang kamu sudah menyelesaikan 60% dari checklist ke-6 ini. Karena dasar pembuatan business model adalah pemahaman akan target market.
Dalam membuat business model, ada 2 canvas yang perlu kamu lengkapi yaitu, Value Proposition Canvas dan Business Model Canvas. Saya tidak akan menjelaskan dengan detail mengenai 2 canvas tersebut, karena bakal panjang banget. Kamu bisa baca sendiri di link ini ya: Value Proposition Canvas dan Business Model Canvas.
Dulu saya males banget bikin business model karena bikin ngantuk, dan kayanya ga bakal kepake banget juga. Dan bisa dibilang hal tersebut benar saat bisnisnya masih kamu jalankan dengan tim yang sangat kecil, dan kamu hampir mengerjakan semuanya.
Tapi saat kamu mulai membentuk sebuah tim, dan kamu butuh mendelegasikan banyak pekerjaan dan pengembangan, ke-2 canvas ini merupakan salah satu panduan yang sangat ampuh dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis bersama-sama.
Setelah membuat, jangan terpaku dan jadi kaku pada business model yang telah kamu buat. Ada 2 alasan mengenai pemahaman ini. Yang pertama, business model pertama kamu bisa jadi kurang tepat. Yang kedua, masa kini dan masa depan akan menjadi sebuah zaman yang semakin cepat berubah. Ada baiknya kamu melihat kembali business model kamu setiap 3 bulan sekali untuk melihat apakah business model kamu masih relevan dan optimal?
Alangkah baiknya kalau kamu memiliki kantor dan bisa memajang ke-2 canvas ini di papan atau tembok agar mudah dilihat dan dimodifikasi.
Brand
Membangun brand adalah yang terpenting. Kesuksesan kamu dalam membangun brand bisa jadi penentu utama apakah orang akan senang atau malas saat mendengar nama usaha kamu.
Patut diakui kalau pembuatan nama sebuah brand dan filosofi di belakangnya merupakan hal yang sangat penting. Lumayan banyak yang bilang filosofi di belakang nama Three Folks dan pemilihan logo dengan icon Gurita, merupakan hal yang keren dan inspirasional. Dan ini membuat strategi komunikasi menjadi lebih mudah. Memang hebat teman saya yang namanya Kuncoro.
Cek karyanya di Behance!
Namun baru-baru ini saya sadar kalau ternyata memiliki logo, nama, dan filosofi itu baru salah satu langkah branding. Dan bisa dikatakan memiliki impact yang kecil kalau kita ga paham soal branding.
Brand merupakan persepsi customer mengenai satu entitas. Berarti branding merupakan kegiatan untuk membangun persepsi customer mengenai usaha kita. Membangun branding tidak bisa terjadi dalam semalam. Persepsi customer harus dibangun melalui konsistensi dalam jangka waktu yang panjang.
Coba kamu perhatikan brand-brand besar seperti Starbucks, Blue Bottle, % Arabica, dan lain-lain. Jarang sekali ada customer mereka yang peduli mengenai filosofi, sejarah, atau bahkan kopinya. Tapi mereka menjadi pelanggan setia, karena brand ini telah diingat sebagai brand yang dapat dipercaya dalam memberikan keinginan mereka.
Dari deskripsi target market dan business model yang telah kamu buat, coba deskripsikan bagaimana kamu mau brand kamu diingat oleh orang. Jadikan hal tersebut sebagai komitmen dan panduan dalam melakukan segala hal dalam bisnis kamu.
Barista
Wahai teman-temanku para pemilik coffee shop indie yang tidak menggaji barista kita sesuai dengan ketentuan UMR yang berlaku,
Kita bisa punya banyak alasan di belakang keputusan tersebut, namun mari kita akui bersama kalau alasan-alasan kamu tidak cukup kuat untuk membenarkan keputusan tersebut 😇.
Pertanyaan seperti: "Kalau dari awal bikin projection tidak bisa menggaji karyawan sesuai dengan aturan UMR, kenapa maksa buka usaha?" dan "Kalau profit hanya bisa kamu dapatkan dengan memotong gaji karyawan, buat apa buka usaha?" Sudah cukup bikin kita skakmat, bukan?
Kalau sudah mengakui hal tersebut, di checklist ini saya ingin ajak kamu berpikir. Kalau dari segi gaji belum memenuhi kriteria, apa yang bisa kamu lakukan? Aspek apa yang harus dimiliki di sebuah coffee shop, agar coffee shop kamu bisa menjadi lapangan kerja yang baik bagi barista-barista kamu?
Ini yang saya coba bangun di Three Folks:
Menjadi wadah belajar bagi barista untuk menggali ilmu dan mengembangkan diri
Menyediakan fasilitas yang layak untuk bekerja
Membangun kebudayaan yang produktif, positif, dan terbuka
Menjadi sosok mentor dan teman bagi tim
Hitung-hitung sekalian mempersiapkan saat usaha kamu mau scale up. Kamu jadi sudah punya tim yang bisa diajak maju bersama sekaligus memberikan mereka tahapan karir. Setidak-tidaknya, coffee shop kamu juga bisa jadi tempat mereka mempersiapkan diri dengan baik dan benar agar mereka bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik di masa depan.
Yang perlu diingat lagi, barista adalah Superstar dari setiap coffee shop. Mereka adalah lini depan yang akan melayani tamu dan merepresentasikan brand kamu setiap hari. Bisa dibilang, perkembangan brand kamu akan sangat berbanding lurus dengan perkembangan barista-barista kamu.
Agar kamu mengerti lebih dalam mengenai sudut pandang profesi barista, kamu boleh cek link ini: https://sylferwriteskopi.wordpress.com/
Perizinan dan Perpajakan
Bisa dibilang, ini merupakan antagonis semua bisnis. Seolah-olah namanya pantang disebut seperti Voldemo*rt di buku seri Harry Potter. Kalau saya ajak sesama pemilik usaha ngomongin ini, sering banget saya dapat respon garuk-garuk kepala atau menghela nafas panjang dengan tatapan putus asa sambil berkeringat dingin.
Dan seringkali hal tersebut terjadi karena mereka memilih menggunakan manuver-manuver canggih untuk menghindari kewajiban penuh dari perizinan dan perpajakan.
Tapi ya kurang lebih kasus perizinan dan perpajakan sama dengan kasus gaji UMR Barista. Pertanyaan-pertanyaan seperti: "Kalau tidak berniat mengurus izin dan perpajakan, kenapa memaksa buka usaha?" dan "Kalau profit hanya bisa kamu dapatkan dengan memotong kewajiban pajak, buat apa buka usaha?" Sudah cukup bikin kita skakmat, bukan?
Apalagi perizinan dan perpajakan ini benar-benar bisa bikin berabe, karena badan hukum lebih sensitif akan hal ini. Bayangkan kamu tiba-tiba didenda dan disuruh tutup kalau tidak memenuhi kewajiban saat kondisi bisnis juga sedang tidak baik.
Ada baiknya kita berdamai dengan izin dan pajak, dan membiasakan diri untuk memenuhi kewajiban dari awal. Kamu ga perlu urus sendiri kok, banyak outsource handal yang bisa membantu kamu mengurus hal ini. Jadi kamu bisa fokus di pengembangan bisnis.
Fokus dan Scale Up Kualitas
Melakukan scale up dan buka cabang di mana-mana memang terdengar menggiurkan. Saat brand kamu mulai dikenal dan bisnis kamu berjalan dengan baik, pasti akan muncul tawaran-tawaran dari berbagai macam orang untuk melakukan investasi di bisnis kamu.
Tapi merujuk ke pembukaan artikel ini, trend masa depan akan bergantung pada kualitas experience yang konsisten dan progresif. Yang berarti, coffee shop yang dibuka dengan persiapan tidak matang akan semakin sulit untuk bertahan. Scale up kualitas pelayanan dan online presence akan menjadi lebih berdampak dibandingkan scale up dengan melebarkan sayap toko fisik.
Kalau kamu juga follow Instagram Gary Vee, kamu pasti sering dengar ceramah bahwa online presence di masa depan akan menjadi mata uang utama. Dan dapat menentukan apakah bisnis kamu menarik pasar atau tidak.
Kalau di zaman kini, bisnis kamu mungkin masih bisa laku dengan eksekusi pelayanan dan produk yang baik tanpa mengolah online presence dengan optimal. Tapi bisa jadi hal ini tidak berlaku lagi di masa depan. Pelajari dan bentuk tim khusus untuk mengembangkan akun social media kamu: Instagram, Tik Tok, LinkedIn, dan Youtube.
Pastikan kamu telah melakukan development brand, bisnis, dan tim yang solid sebelum memutuskan untuk menerima investasi dari pihak luar. Karena bisa-bisa kamu malah mengecewakan dan / atau disetir oleh investor kalau bisnis kamu tidak solid dan bermasalah.
Bonus: Siapkan Mental, Jaga Kesehatan, Tingkatkan Doa dan Komunikasi
Ini checklist bonus dan bisa jadi lebih penting dibandingkan yang lain. Membuka coffee shop adalah perjuangan keras, tapi menjalankannya lebih berat lagi. Sesiap apapun dan sekeren apapun tim kamu, operasional pasti bakal berantakan, pemasaran pasti banyak cacat, konflik internal akan terjadi, keuangan amburadul, dst, dll, etc.
Godaan agar kamu menyerah atau melakukan toleransi disiplin akan menyerang bagai badai yang seolah-olah tidak masuk akal untuk dihadapi.
Sesuai judul checklist bonus ini, kamu harus menyiapkan mental untuk segala masalah yang akan terjadi agar tidak reaktif dan salah mengambil langkah. Luangkan waktu untuk berolahraga, menjaga pola makan, dan selalu tidur yang cukup agar kamu selalu memiliki kondisi otak yang optimal.
Tingkatkan doa agar kualitas spiritual kamu selalu terjaga dan mendukung self-development kamu ke arah yang positif. Jadikan budaya tim agar selalu berdoa bersama setiap rapat atau briefing. Ini akan menjaga mental kamu dan tim untuk tidak salah mengambil keputusan saat ada tantangan.
Tingkatkan komunikasi ke partners dan tim setiap ada konflik atau koordinasi agar tidak terjadi slek karena miskom. Tingkatkan komunikasi dan selalu luangkan waktu juga ke orang-orang tersayang kamu. Karena kemungkinan besar waktu kamu akan terserap sangat banyak di beberapa bulan pertama untuk mengurus coffee shop kamu. Percayalah kamu sangat membutuhkan mereka untuk bisa menjadi mental support.
Kesimpulan
Selamat! Kamu sudah selesai membaca 2 part dari artikel panjang ini. Semoga 15 - 30 menit yang kamu luangkan untuk baca artikel panjang ini bisa mempersiapkan kamu lebih baik lagi untuk membuka coffee shop impianmu.
Kalau setelah membaca semangat kamu malah jadi kendor, ini waktu yang baik untuk berefleksi apakah coffee shop benar-benar merupakan passion kamu. Karena kalau bukan passion, saya rasa mustahil kamu mau stres bekerja keras dan mengorbankan waktu yang sangat panjang untuk business model yang hanya mendapatkan keuntungan 20% dari Revenue.
Meskipun di part 1 saya sempat bilang ingin menghajar kedua teman saya saat ingin buka coffee shop di tahun 2016, tapi saya tidak pernah menyesali keputusan tersebut.
Membuka Three Folks merupakan keputusan terbaik dalam karir saya. Karena perjalanannya yang berat dan menantang memaksa saya untuk bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dan dalam perjalanannya, saya menemukan keluarga kedua yang senantiasa mendampingi di setiap proses.
Saya harap perjalanan kamu membuka coffee shop impian juga akan menjadi perjalanan yang seru dan membuat kamu dipenuhi rasa syukur. Selamat berjuang!
10 Checklist Anti Gagal Membuka Coffee Shop Impianmu - Part 1 of 2
Tabungan sudah terkumpul. Ide terbayang dengan solid di kepala. Motivasi dan semangat berada di puncak. Saatnya membuka Coffee Shop yang sudah diidam-idamkan.
Tabungan sudah terkumpul. Ide terbayang dengan solid di kepala. Motivasi dan semangat berada di puncak. Saatnya membuka Coffee Shop yang sudah diidam-idamkan.
Kalau mengingat momen ini di akhir tahun 2016, rasanya ingin sekali memukuli / menghajar diri sendiri dan kedua partner saya. Banyak sekali aspek yang tidak termasuk dalam pertimbangan - alhasil membuat kami kecewa, rugi, bertengkar, dan sempat kehilangan semangat.
Meskipun ketidakmatangan rencana tersebut yang membuat perjalanan bisnis lebih seru (dan menantang tentunya), tapi rasanya malu juga kalau mengingat kelalaian-kelalaian yang timbul karena menyepelekan hal penting.
Kalau kamu sedang dalam proses atau berada di momen pembukaan cerita di atas, saya sarankan kamu meluangkan waktu 10-15 menit untuk baca artikel ini. Kalau kamu sedang membuka coffee shop, artikel ini bisa kamu pakai untuk melakukan refleksi atau memperbaiki beberapa hal.
Semoga 10 aspek yang saya muat-muatkan dalam artikel ini, bisa membuat kamu jadi lebih bijaksana dan sukses dibanding saya.
#1 Pola Pikir
Kenapa kamu memutuskan untuk membuka Coffee Shop? Di setiap diskusi mengenai hal ini, saya seringkali mendapati jawaban:
Saya ingin membagikan kopi yang enak bagi banyak orang
Saya menemukan passion saya dalam kopi, dan saya merasa nyaman dengan orang-orang di komunitas kopi.
Saya melihat industri kopi memiliki potensi dan peluang untuk berkembang pesat dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Saya ingin memiliki bisnis yang bisa menjadi tempat berkumpul teman, keluarga, dan mempertemukan orang-orang dari berbagai kelas ekonomi dan sosial.
Alasan-alasan seperti ini yang membuat saya juga jadi terinspirasi membuka dan terus menjalankan sebuah coffee shop. Meskipun tidak berarti orang-orang dengan pola pikir seperti di atas pasti berhasil, tapi menurut saya ini adalah awal yang baik.
Pastikan juga alasan-alasan mulia di atas lebih kuat dibandingkan sekedar ingin menjadi cepat kaya lalu mendapatkan passive income. Bukan berarti keinginan memperoleh keuntungan melalui coffee shop salah. Tapi kalau posisi mental tidak tepat, kamu malah bisa jadi batu sandungan bisnis setiap ada tantangan.
Kalau kamu bermitra dengan teman, atau memiliki investor, coba adakan diskusi perihal ini terlebih dahulu. Selaraskan tujuan dan komitmen sebelum memulai. Apakah bisnis ini dibangun untuk bertahan selamanya? Atau dibuat untuk suatu hari kemudian dijual? Diskusikan juga skema exit plan kalau usaha tidak berjalan sesuai dengan harapan.
Lakukan diskusi ini di awal dan lakukan penyelarasan secara rutin. Saya sempat ingin menyiram salah satu partner saya pakai kopi panas karena kesal. Padahal ternyata cuma salah paham.
Kenapa kamu memutuskan untuk membuka Coffee Shop? Tuliskan hal ini dengan jelas, agar kamu dapat selalu merefleksikan diri kembali di perjalanan bisnis kamu.
#2 Tim, Budaya, & Visi
Ini penting banget. Bisa dibilang hal ini adalah hal utama yang saya sesali karena tidak saya ketahui di awal.
Dalam buku Good To Great karya Jim Collins, ia menyebutkan bahwa langkah awal untuk membangun sebuah organisasi yang hebat adalah menjadi pemimpin yang memiliki kerendahan hati dan profesional.
Langkah kedua adalah mengisi tim dengan orang-orang yang tepat. Pemahaman orang tepat yang dimaksud adalah orang-orang yang disiplin dan memiliki kecocokan interpersonal dengan kamu.
Langkah ketiga adalah membangun budaya kejujuran dan keterbukaan. Budaya ini dibutuhkan agar organisasi kamu menjadi tempat kerja yang konstruktif dan siap menghadapi tantangan apapun.
Sebelum menentukan visi, membuat business model, ataupun menciptakan brand, 3 hal di atas adalah prioritas utama. Karena secanggih apapun skema bisnis yang ada di kepala kamu, semuanya bakal percuma kalau tim kamu tidak solid.
Kalau diskusi untuk membuat strategi saja sudah bikin mau nyerah, apalagi nanti pas menjalankan. Belum lagi kalau ada yang dikit-dikit tersinggung. Ah lelah.
Coba pelajari link ini ya biar bisa belajar lebih detail -> Rangkuman buku Good to Great.
Kalau udah, yuk baru ngobrolin strategi!
#3 Cek Dompet
Idealis boleh, tapi harus realistis. Sebagai strategi awal, coba cek dompet masing-masing. Cek sekali lagi apakah tabungan/dana yang sudah kamu sediakan benar-benar cukup untuk membuka sebuah coffee shop.
Saya jabarkan dulu kebutuhan dan biaya membuka coffee shop:
Brand Design - IDR 20 juta
Interior Design - IDR 20 juta
Sewa - IDR 90 juta
Konstruksi - IDR 200 juta
Mesin Kopi - IDR 85 juta
Peralatan dan Mesin Lainnya - IDR 45 juta
Perlengkapan sekali pakai - IDR 10 juta
Tableware - IDR 10 juta
R&D dan training - IDR 5 juta
Gaji - IDR 50 juta
Belanja bahan - IDR 10 juta
Kasir, CCTV, Sound System - IDR 15 juta
Lain-lain - IDR 29 juta
Tambah Daya listrik - IDR 20 juta
Internet - IDR 2 juta
Dekorasi & Tanaman - IDR 8 juta
Seragam & Apron karyawan - IDR 3 juta
Izin Usaha - IDR 12 juta
Total - IDR 635 juta
Angka di atas saya buat berdasarkan perhitungan rata-rata kalau kamu ingin membuat coffee shop dengan interior nyaman, brand design menarik, mesin bagus, berlokasi di area pinggir jalan dengan ukuran tidak terlalu besar (sekitar 120m2), dan tanpa dapur.
Dari 14 poin di atas, kira-kira yang dulu saya perhitungkan hanya 8 poin. Udah bikin rencana, eksekusi setengah jalan, eh uangnya kurang. Kurangnya banyak pula. Akhirnya pinjam kanan kiri deh kemudian dicukup-cukupin.
Kesalahan saya waktu itu adalah terlalu memaksakan idealisme coffee shop yang ingin saya buat, dan akhirnya meminjam terlalu banyak. Padahal kalau dipikir lagi, banyak sekali biaya yang bisa saya pangkas agar dapat membuka coffee shop yang optimal dengan biaya seadanya.
Andaikan dulu saya dan teman-teman cek dompet dan semua biaya dengan lebih matang. Lebih baik saya buka seadanya dulu, kemudian fokus di strategi penjualan sambil terus melakukan pengembangan.
#4 Projection / Proyeksi
Setelah selesai cek dompet dan menentukan biaya yang ingin kamu keluarkan, saatnya berhitung lagi. Siap-siap ya, ini agak bikin pusing kalau kamu tidak suka angka.
Kapan mau balik modal? Perkiraan ideal usaha Food Service untuk balik modal ada di antara 1 - 2 tahun. Di bawah 1 tahun berarti bisnis kamu layak dikembangkan. Kalau sudah di atas 2 tahun, hmmm. Ada baiknya kamu melakukan evaluasi menyeluruh, dan mempertimbangkan kelanjutan bisnis kamu. (*menampar diri sendiri)
Agar balik modal kamu lancar, pastikan kamu menguasai cara membuat projection dengan benar. Ini Financial Dashboard yang biasa saya gunakan dalam melakukan projection dan mengecek kelayakan bisnis setiap bulan:
Pendapatan setelah dikurangi pajak: 100%
Harga Pokok Produksi: 35%
Gaji: 25%
Sewa: 10%
Utilities: 5%
Pemasaran: 5%
Keuntungan: 20%
Setelah mengetahui ini, kamu bisa memperkirakan kira-kira berapa penghasilan yang harus kamu dapatkan agar bisa balik modal sesuai target. Dan biaya apa saja yang harus kamu jaga dengan ketat agar tidak bocor.
Pada saat kamu membuat projection jangan lupa juga untuk memasukkan pajak tahunan dan THR. Kalau kamu membayar kontrak sewa per tahun, pastikan kamu selalu bisa menyisihkan uang setiap bulan untuk membayar sewa tahun selanjutnya.
Pada perencanaan biaya, masukkan gaji kamu juga ya. Kalau tidak, kamu bakal lemas menjalaninya. Set di angka yang wajar, sesuai dengan perkembangan bisnis kamu.
#5 Riset
Strategi ketiga adalah melakukan riset. Kumpulkan data sebanyak mungkin, agar kamu bisa membuat perencanaan bisnis yang matang. Berikut 3 hal yang perlu kamu teliti:
#1 Target Market.
Banyak cara untuk meneliti target market, tapi metode yang menurut saya paling relevan saat ini saya temukan di buku Sell Like Crazy by Sabri Suby. Dalam bukunya, kamu akan belajar untuk menciptakan "Avatar" target market idaman kamu. Saya sarankan kamu beli dan baca bukunya untuk belajar lebih detail.
Melalui pembuatan "Avatar" ini kamu dapat mengenal target market kamu dengan lebih mendalam berdasarkan 4 aspek utama:
Harapan, impian, dan keinginan
Kehidupan sehari-hari
Tempat berkumpul dan bertemu
Media utama yang digunakan dalam berkomunikasi
Kalau skala bisnis kamu kecil, mendefinisikan target market adalah langkah yang sangat signifikan. Karena berarti kamu bisa fokus dalam memberikan yang terbaik bagi target market kamu. Dan kamu bisa menggunakan rumus ini untuk menentukan pricing, promotion, branding, sampai pengembangan menu.
#2 Lokasi.
Tentukan lokasi usaha kamu berdasarkan: target market, biaya sewa, akses, dan perizinan usaha.
Meskipun sekarang kamu bisa mengandalkan sosial media dan e-commerce, memiliki tempat yang mudah diakses dan mudah dilihat masih menjadi faktor utama sebuah brand diingat atau tidak. Buka opsi juga untuk membuka usaha kamu dengan berbagi 1 lokasi bersama bisnis lain agar biaya sewa lebih murah.
Kalau hal ini tidak memungkinkan, jangan patah harapan dulu. Ini hanya berarti kamu harus berinvestasi lebih di bagian pemasaran. Banyak juga kok coffee shop tersembunyi tapi laku banget.
#3 Kompetisi.
Setelah melakukan riset atas target market dan lokasi, langkah riset terakhir adalah menganalisa kompetisi. Siapa yang membuat bisnis dengan target market yang kurang lebih mirip dengan kamu? Di lokasi yang sudah kamu tentukan, ada coffee shop atau restoran apa saja?
Buat analisa simpel dengan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Yang harus kamu perhatikan dalam menganalisa kompetisi hanya dua hal:
Apa yang membuat target market kamu senang dengan kompetitor?
Di aspek mana kamu bisa mengalahkan mereka?
Kesimpulan
Wah, panjang juga ya. Dan ini baru setengahnya. Tadinya saya kira cukup di satu artikel, tapi kok nulisnya tidak selesai-selesai.
Saya buat bersambung aja ya, jadi minggu depan ada part 2.
Mungkin beberapa dari kamu setelah baca sampai sini ada yang berpikir, "Masa sih buka coffee shop harus sebegininya? Kayanya terlalu ribet. Kurang santuy nih pemikirannya."
Saya juga pernah kok mentoleransi diri sendiri dan ambil jalan-jalan pintas karena tidak mau terlalu pusing. Tapi alhasil banyak kesandung, banyak rugi, akhirnya mau tidak mau saya beresin semua dasar-dasarnya. Lebih pusing lagi membereskannya karena bisnis harus tetap berjalan.
Jadi, lebih baik diberesin dari awal kan?
Sedia payung sebelum hujan. Ini peribahasa yang tepat sekali untuk topik ini. Mungkin malah lebih relevan sedia kapal sebelum badai. Karena memang seperti itu rasanya. 🤙
By: Dave Setiaputra, CEO & Co-Founder Three Folks
5 Kesalahan Memilih Biji Kopi yang Bikin Bisnis Rugi
Memilih Brand Coffee Roaster favorit untuk menjadi supplier biji kopi utama bisnis kamu, bisa jadi merupakan pilihan yang tidak bijaksana.
"Kalo gw buka coffee shop nanti, gw pasti bakal pake Brand *#%." Pernah dengar kalimat ini?
Memilih Brand favorit untuk menjadi supplier utama bisnis kamu, bisa dengan mudah terlihat sebagai pilihan yang masuk akal.
Iya tau, kamu suka kopinya. Dan bisa jadi, salah satu motivasi kamu buka coffee shop adalah karena bisa bikin House Blend dengan brand tersebut.
Tapi menurut pengalaman kami, bisnis coffee shop ga cukup dengan hanya bermodalkan idealisme (ditambah optimisme, lalu kurang realistis). Layaknya semua bisnis, strategi bisnis coffee shop harus terperinci, efektif, dan adaptif.
Memilih biji kopi adalah salah satu langkah terpenting. Selain menentukan karakter Brand, ini juga bisa menentukan perjalanan bisnis kopi kamu. Jangan sampai langkah menyenangkan ini malah bikin rugi.
Yuk, mari belajar lebih kritis.
Kesalahan #1: Beli Specialty Tapi Gatau Pasar
Punya coffee shop yang menyandang titel: "Specialty Coffee Shop" memang keren. Tapi apakah benar-benar perlu?
Kalau respon pelanggan kamu saat diseduhkan kopi Geisha dengan metode juara IBRC 2019 Fakhri Murad adalah: "Asem mas, ga enak." Bisa jadi ya ga perlu-perlu amat.
Kita lihat dulu yuk gambaran pasar kopi di Indonesia secara Macro.
Berdasarkan data dari "Euromonitor International, a market research provider," pasar Specialty Coffee di Indonesia bahkan belum sampai 1%. Kok bisa? Ini beberapa faktor utama berdasarkan demografis dan tingkah laku:
Mayoritas penduduk Indonesia: kelas menengah ke bawah
Sangat sensitif terhadap harga
Budaya kopi instan sangat kental
Specialty Coffee memiliki kesan mahal dan mengintimidasi pasar
Harga, kepraktisan, dan lifestyle adalah motivasi utama
Tidak heran kan kalau Es Kopi Susu sangat menjamur?
Jadi mendingan jangan beli Specialty? Tentu bukan begitu. Saya masih percaya para pemain Specialty Coffee adalah masa depan industri kopi di Indonesia. Asal matanya tidak tertutup oleh idealisme semata :).
Ini hanya berarti kamu harus mengenal dulu pasar yang kamu incar. Ketahui tantangan dan potensi masing-masing pasar, tentukan posisi Brand kamu, baru kamu bisa memilih biji kopi yang sesuai.
Kesalahan #2: Kemahalan
Malas berhitung sesat di jalan. Rajin berhitung tapi salah, sama saja.
Pastikan kamu sudah punya rumus Harga Pokok Produksi (HPP) yang tepat. Maksimal HPP kamu harus 30% dari harga jual. Kalau lebih dari itu, kamu bisa rugi. Ingat, bisnis coffee shop perintilan biayanya banyak: gaji karyawan, gaji kamu, sewa tempat, listrik, internet, waste, marketing, pajak, kebersihan, etc, dll, dsb.
Tergantung lokasi, ada juga biaya tambahan sebagai bonus ceria. Yaitu biaya keamanan, a.k.a. ongkos preman. Lengkap dengan THR. :)
Pastikan kamu punya file ini untuk hitung HPP. >>> Format HPP
Posisi Brand apapun yang kamu pilih, memilih biji kopi yang harganya terlalu mahal = tidak masuk akal.
Kalau kamu memilih target pasar menengah ke atas, mungkin margin kamu masih bisa sehat. Tapi kalau kamu mengincar kelas menengah, kemahalan sedikit saja bisa bikin laporan keuangan merah.
Kebanyakan coffee shop yang kemahalan dalam memilih biji kopi, terjebak di kesalahan #3.
Kesalahan #3: Cuma Cek 1 Supplier
Jatuh hati sama kopi karena salah satu Brand Coffee Roastery? Akan beli tanpa peduli berapapun harganya? Bahaya ini.
Ini bisa menutup banyak peluang untuk memaksimalkan potensi coffee shop kamu. Kecuali, kamu sudah menganalisa Brand favorit kamu, dan memang memilih biji kopi berdasarkan strategi bisnis.
Jangan ragu atau takut untuk membuka wawasan dan mengumpulkan informasi. Coffee Roaster yang terbaik adalah mereka yang tidak ragu membeberkan semua informasi mereka untuk menjalin relasi. Atau pamer. Atau sekedar suka ngobrol. Intinya kalaupun ga jadi beli, malah bisa jadi teman.
Saat memilih Coffee Roaster, coba buat perbandingan berdasarkan 5 aspek ini:
Kredibilitas
Kecocokan interpersonal
Konsistensi dan kualitas
Harga dan biaya lainnya
After-Sales Service
After-sales Service? Ini artikel kopi atau toko laptop? Emang penting? BANGET! After-sales service bisa jadi penentu utama dibandingkan segala aspek.
Kesalahan #4: Ga Ada After-Sales Service
Mari kita telaah ilustrasi toko apel.
Suatu hari, seorang Felix belanja apel di Toko Maria. Apel Toko Maria cukup enak, harganya tidak terlalu mahal, ditambah lokasi toko dekat rumah. Mungkin Felix akan kembali lagi ke sini kalau kangen apel.
Beberapa hari kemudian, Felix kangen apel. Tapi ia sedang berada agak jauh dari rumah. Karena tidak tahan, Felix beli apel di toko terdekat: Toko Carine. Apel Toko Carine lebih enak, sayang harganya lebih mahal, dan lokasi jauh dari rumah. Sepertinya Felix akan tetap setia sama Toko Maria.
Keesokan harinya, Felix mendapatkan WA dari Toko Carine: "Bagaimana apelnya? Semoga bisa menghiasi hari kamu ya. Untuk join membership toko kami, kamu bisa daftar di http://bit.ly/member-apel-carine ." Iseng-iseng sekaligus kesemsem, Felix daftar.
Ternyata di Toko Carine banyak sekali keuntungan jadi member. Bisa dapat apel gratis tiap 10x pembelian. Kadang-kadang bisa dapat giveaway hanya dengan menjadi member aktif. Diundang ke berbagai acara seputar komunitas pecinta apel. Dan bagian favorit Felix - setiap minggu ada newsletter tentang apel dari Toko Carine.
Kalau kamu jadi Felix, kamu akan jadi pelanggan apel toko yang mana?
Sekarang bayangkan kalau ilustrasi ini menggambarkan toko biji kopi, dan Felix adalah pemilik coffee shop yang sedang memilih biji kopi untuk memajukan usahanya.
Kesalahan #5: Ga Mau Belajar Kopi dan Ga Punya Attitude
Ini dia sumber pertikaian segala umat komunitas kopi di seluruh dunia.
Kalau kamu baca ini lalu merasa tersinggung: BAGUS. Saya mohon kamu bertobat. Banyak orang akan berterima kasih. Termasuk kamu.
Kesalahan #5 ini kelihatannya dibuat-buat ya? Masa ada orang kaya gini? Percayalah, orang-orang seperti ini benar-benar ADA dan NYATA. Mereka biasanya dibenci. Dan punya keteguhan hati yang luar binasa untuk tidak berubah meskipun dibenci. Entah ga sadar, personal branding, atau memang karakter.
Berikut sekilas karakteristik manusia-manusia ini:
"Mas, kopinya saya balikin ya soalnya ga enak." Demikian ucapnya setelah salah kalibrasi
"Mas, kopinya saya balikin ya soalnya ga enak." Demikian ucapnya setelah menggigit biji kopinya
Menghilang setelah dikirim invoice
Kesalahan #5 ini bisa dibilang memiliki resiko yang paling fatal. Sebagus apapun biji kopi atau coffee roastery yang kamu temukan, tidak ada yang mau berbisnis dengan mereka.
Jangan sampai kamu melakukan ini ya. Kerendahan hati dan keinginan kuat untuk terus belajar adalah kunci sukses utama di industri ini.
Kesimpulan
Memilih biji kopi tidak bisa dilakukan hanya dengan suka Brand tertentu. Banyak perhitungan dan pertimbangan yang harus dimiliki.
Kalau kamu mau buka wawasan, rajin melakukan riset, menjalin hubungan baik dengan berbagai Coffee Roaster - kemungkinan besar, performa coffee shop kamu bisa lebih optimal.
Mudah-mudahan kamu bisa belajar dari 5 kesalahan di atas. Jujur saja, saya bisa nulis ini karena sudah merasakan kelima-limanya. Andai saya mengetahui ini di awal, banyak banget kerugian yang saya bisa hindari.
Kamu sendiri gimana? Sudah pernah mengalami kesalahan-kesalahan di atas?
P.S.
Ini prinsip yang saya pegang teguh di Three Folks dalam memilih biji kopi:
"A delicate balance between idealist and profit-oriented."
Harus paham kapan cari profit, kapan beli specialty coffee grade 90++.
by: Dave Setiaputra, CEO & CO-Founder Three Folks
7 Langkah Rahasia Memulai Bisnis Botol Es Kopi Susu Kekinian Ukuran Satu Liter
Iri lihat brand kopi sukses berjualan Es Kopi Susu Kekinian Ukuran Satu Liter? Kalau mau, kamu juga bisa.
Iri lihat brand kopi sukses berjualan Es Kopi Susu Kekinian Ukuran Satu Liter? Kalau mau, kamu juga bisa.
*Warning: Bukan artikel untuk komunitas rebahan is lyfe.
7 langkah ini saya ambil dari pengalaman Three Folks melakukan riset hingga penjualan. Semoga kesalahan dan kesuksesan kami bisa jadi bekal ilmu bagi kamu untuk memulai dengan lebih baik.
Beberapa langkah di bawah cukup mudah dilakukan, tapi tidak mungkin tercapai dengan rebahan saja. Ini membutuhkan komitmen dan ketekunan. Artikelnya saja agak panjang. Jangan manja.
Silahkan pelajari dan praktekkan semuanya. Saya jamin kamu akan menjual lebih cepat dibandingkan yang lain dengan resiko lebih kecil.
Baca dari awal hingga akhir ya! Ayo mulai.
Langkah #1: Belanja Es Kopi Susu Literan Milik Brand Terkenal
Bagaimana cara yang paling cepat untuk mengetahui selera pasar? Minum saja produk brand-brand terkenal yang telah sukses menjual Es Kopi Susu Literan. Cek >>> 10 Rekomendasi Es Kopi Susu Siap Minum Terenak (Terbaru Tahun 2021) versi My Best
Terdengar sepele ya? Tapi ini krusial. Mereka yang sukses berjualan, pasti telah melewati proses panjang untuk mengenal selera pasar.
Yang perlu kamu lakukan hanya membeli, meniru dan kemudian memodifikasi. Mudah kan?
Langkah #2: Eksperimen!
Kalau kamu bukan anak kopi, hal ini bisa jadi perkara paling sulit. Kepekaan seseorang akan bahan dan rasa memang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman.
Iya iya, saya bocorkan resep es kopi susu literan kami.
Resep Three Folks White Aren
80 ml Espresso
100 ml Sirup Gula Aren
820 ml Susu
*Pastikan semua bahan berada dalam suhu yang dingin sebelum dicampur
*Minuman akan bertahan hingga 5 hari di dalam kulkas
Untuk mencari resep yang menurut kamu terbaik, kamu hanya perlu memodifikasi kandungan diatas.
Kurang manis? Tambahkan sedikit sirup Aren.
Kopi kurang terasa? Tambahkan sedikit Espresso.
Ga suka? Mungkin kamu salah bikin.
Perubahan 10-20 ml sirup atau espresso cukup untuk merubah rasa keseluruhan minuman.
Buat resep dalam porsi yang lebih kecil ( 1/5 ) untuk menghemat biaya. Ajak teman-teman atau kerabat untuk mencoba agar kamu mendapatkan validasi yang lebih objektif.
Tidak familiar dengan bahan-bahan yang saya sebutkan? Mari baca langkah #3.
Langkah #3: Cari Bahan Terbaik
Espresso adalah ekstraksi kopi yang kental dan memiliki rasa yang kuat. Espresso adalah bahan terpenting dari bahan yang lain - karena akan menentukan persepsi kualitas Es Kopi Susu kamu. Cara termudah mendapatkan Espresso adalah membeli literan dari kedai kopi terdekat (atau Three Folks :)).
Saya jarang menemukan kedai yang menjual Espresso 1 Liter. Tapi biasanya kedai kopi (WA Three Folks: +62 813 8432 0840) akan menyanggupi untuk menjual apabila kamu bertanya dan meminta.
Terlalu mudah? Cek artikel ini untuk bikin Espresso sendiri di rumah >>> cikopi.com/presso
Penggunaan susu Fresh Milk atau UHT sangat bergantung pada strategi dan kondisi bisnis. Kalau kulkas kamu tidak besar, gunakan susu UHT. Saya sarankan untuk menggunakan Fresh Milk. Berdasarkan pengalaman kami, Fresh Milk selalu lebih enak dan lebih dipercaya oleh pasar.
Beli gula aren dalam bentuk bubuk di Tokopedia. Sirup gula aren dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan komposisi air panas : gula aren = 1 : 1.
Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam memilih ketiga bahan di atas adalah harga. Kalau bahan yang kamu beli kemahalan, kamu akan rugi.
Ga mau rugi? Mari kita bahas soal menghitung biaya dan profit margin dengan baik.
4. Hitung Dengan Baik
Harga pasaran Es Kopi Susu adalah Rp 85.000,-. Kalau kamu set di harga ini, berapa profit marginnya?
Mari kita cari dulu bahan terbaik dengan harga terbaik. Berikut merupakan harga yang sehat untuk berbisnis Es Kopi Susu:
Espresso 1 Liter: Rp 200.000,-
Gula Aren: Rp 35.000,-
Susu 1 Liter: Rp 16.000,-
Sekarang, kita hitung harga bahan yang kamu gunakan:
80 ml Espresso: Rp 16.000,-
100 ml Sirup Gula Aren: Rp 2.000,-
820 ml susu: Rp 13.000,
Total bahan: Rp 31.000,-
Ini yang saya sering lupa, biaya kemasan:
Botol 1 Liter: Rp 5.500
Stiker: Rp 300,-
Plastik untuk pengiriman: Rp 200,-
Total: Rp 6.000,-
Total biaya produksi Es Kopi Susu Literan kamu adalah Rp 37.000,-
Profit Margin 1 Botol: 85.000 - 37.000 = Rp 48.000
Menggiurkan bukan? 3 langkah selanjutnya akan mempercepat penjualan botol ke-100 kamu.
5. Brand, Nama Menu dan Design Stiker Memegang Peranan Penting
Ini bagian yang paling seru. Dan bisa dilakukan sambil rebahan.
Saatnya kamu berpikir kreatif untuk membuat nama brand yang menarik dan dicintai pasar.
Buatlah nama brand yang mencerminkan bahwa kamu mengerti akan kopi dan pasarnya. Nama brand seperti Three Folks memang keren, tapi membutuhkan waktu lebih lama untuk dikenal dan dipercaya.
Brand yang simpel seperti "Kopi Lima Detik" sangat mudah diingat. Selain membuat orang penasaran, nama brand ini membuat orang tertarik membeli kopi.
Coba gali informasi mengenai industri kopi, gunakan terminologi profesional atau bahasa kekinian. Buat filosofi brand yang simpel untuk dikembangkan menjadi menu dan strategi marketing. Buat beberapa opsi dan tanyakan ke teman-teman terdekat untuk memastikan kamu memilih yang terbaik. Tidak kalah penting: sebuah brand harus unik dan menghindari plagiarisme.
Untuk mencari inspirasi design, kamu bisa cek Instagram, Pinterest, atau cari via Google. Amati, tiru, dan modifikasi. Apabila kamu tidak memiliki kemampuan design, gunakan aplikasi simpel seperti Canva. Kalau mau usaha, kamu bisa membuat design brand, design stiker, dan poster Instagram sendiri dengan mudah.
6. Strategi Marketing adalah Kunci
"Jualan Es Kopi Susu Ukuran 1 Liter oke juga ya. Tapi mainstream banget, kayanya susah saingan sama yang lain." - Owner Three Folks.
Ini dia kesalahan terfatal kami. Gara-gara udah pada mulai, malah jadi alasan untuk tidak memulai. Padahal berdasarkan pengamatan saya, setiap pemain baru punya peluang.
Bisnis kopi sangat erat hubungannya dengan hubungan personal. Hampir semua bisnis kopi sukses yang saya kenal selalu mulai berjualan ke orang-orang terdekat. Kenapa? Hal penentu utama sebuah brand bisa berjalan adalah saat brand tersebut dikenal, disukai dan dipercaya. Maka, kamu akan lebih mudah memperkenalkan brand kamu kepada orang yang secara personal sudah kenal kamu.
Mulai bisnismu dengan menawarkan kepada orang-orang terdekat kamu. Kemudian minta bantuan mereka untuk mempromosikan ke teman-teman mereka untuk memperluas pangsa pasar.
Keluarkan kreatifitasmu dalam melakukan strategi pemasaran. Jangan terlalu pelit untuk melakukan promosi. Kurangi harga jual dengan program menarik untuk membuat brand-mu menjadi dinamis dan menarik.
Gunakan berbagai channel untuk melakukan penjualan dari WA personal hingga Tokopedia. Buat akun Instagram dan sebarkan setiap aktivitasmu di Instagram setiap hari. Lakukan dengan konsisten.
7. Kembangkan
6 langkah yang saya sampaikan di atas adalah dasar-dasar esensial untuk memulai bisnis Es Kopi Susu Kekinian Ukuran 1 Liter. Kalau sudah kamu lakukan, saya yakin kamu sudah memperoleh banyak pengetahuan akan produk, karakter pasar, dan beberapa penjualan.
Langkah selanjutnya untuk mengeksploitasi dan memperluas pasar adalah dengan mengembangkan cara kamu berbisnis.
Bikin sistem operasional yang solid. Jangan ga konsisten: hari ini ada, besok ga ada. Ingat, saingan banyak dan pelanggan kejam.
Jangan takut bereksperimen dan mengembangkan produk. Sebuah brand kopi akan semakin dipercaya apabila brand tersebut memiliki sebuah menu signature. Three Folks memasuki pasar es kopi susu dengan berjualan es kopi susu gula aren. Namun produk terlaris kami sekarang adalah menu signature kami: Butterscotch Latte dan Grey Latte.
Dalam membuat sebuah menu signature, ciptakanlah menu yang unik. Coba minta saran dari pelanggan. Atau kamu juga bisa mengembangkan menu brand lain dengan versi yang jauh lebih baik.
Cari kolaborasi. Keunikan bisnis kopi adalah kemampuannya untuk berkolaborasi dengan hampir segala macam bisnis. Jalin hubungan dengan bisnis lain dan ciptakan program kolaborasi menarik. Dengan begitu kamu akan menguatkan brand dan melebarkan sayap bisnismu dengan cepat.
Kesimpulan
Memulai bisnis Es Kopi Susu Kekinian Ukuran 1 Liter memang butuh usaha. Tapi kalau kamu melakukan 7 langkah di atas dengan baik, kemungkinan berhasil kamu bakal lebih tinggi..
Berita baiknya lagi, kamu dapat menjalankan bisnis ini sebagai sampingan. Kalau kamu ekstra tekun, kamu dapat memperoleh hasil dalam waktu kurang dari 1 minggu.
Tidak usah berfokus pada botol ke-100. Fokuslah pada botol pertama.
Saat kamu memperoleh hasil penjualan pertama kamu, kamu akan mendapatkan motivasi dan semangat.
Jadi apakah kamu siap memulai? Kalau kamu telah melakukan semuanya namun tidak memperoleh hasil, jangan ragu untuk DM Instagram kami ya!