Origin Story Dave Setiaputra Origin Story Dave Setiaputra

Beri Aku Amer

Selain sebagai minuman tradisi di Three Folks, Amer adalah salah satu rasa Es Krim yang paling dicari oleh pelanggan kami. Mari kita kenali minuman fenomenal ini lebih jauh.

“Tanpa Anggur Merah, mungkin tidak ada briefing malam dan mini gathering di Three Folks.”  

Dulu saya sempat meremehkan Anggur Merah Orang Tua. Pola pikir saya, kalau minum Anggur Merah (Wine), harus minum yang mahal di suasana yang berkelas. Buat apa minum Amer murah? 

Saya ingat pertama kali minum karena sempat ada yang bawa untuk jadi “teman briefing” di Three Folks. Biar curhat dan evaluasinya lancar katanya. Saat itu saya minumnya terpaksa, untuk apresiasi saja.

Dari “teman briefing,” Amer jadi minuman selebrasi kalau ada pencapaian atau ada yang dirayakan. Lama kelamaan, Amer jadi minuman tradisi yang menghasilkan banyak cerita di Three Folks. Tanpa sadar, saya juga jadi terbiasa minum Amer (hehe).

Three Folks Beri Aku Amer

Setelah saya usut dari berbagai sumber, ternyata Amer memang disukai oleh berbagai kalangan. Bahkan hampir bisa dikatakan, Amer memiliki popularitas nomor satu di berbagai tongkrongan. 

Mari kita kenali minuman fenomenal ini lebih jauh.

Three Folks Beri Aku Amer

Berawal dari Minuman Kesehatan

Anggur fenomenal ini dibuat oleh Chu Sam Yak dan Chu Sok Sam di Medan pada tahun 1948, di tengah kacaunya dunia bisnis akibat perang. 

Bisnis rumahan ini, awalnya didirikan untuk menjual minuman kesehatan. Makanya produk yang diutamakan sejak dahulu adalah Anggur Kolesom: campuran anggur, ginseng, dan rempah-rempah lainnya. Dosisnya meminumnya pun disarankan 3 sloki per hari. Tidak seperti sekarang yang malah sebotol sehari habis.

Three Folks Beri Aku Amer

Pada tahun 1950, mereka pergi ke Semarang dan membangun pabrik pertama bersama Lim Kok Liang, Lim Tong Chai, dan Lim Mia Chuan. Inilah cikal bakal lahirnya PT Perindustrian Bapak Djenggot, yang sekarang dikenal sebagai Orang Tua Group.

Three Folks Beri Aku Amer

Mendekati Rakyat dengan Kreatif

Sebagai produk anggur kesehatan yang ditujukan bagi seluruh rakyat, Anggur Orang Tua selalu memasarkan produknya dengan kreatif.

Pada tahun 1966, Anggur Orang Tua sempat viral karena cara pemasarannya yang unik: menggunakan orang cebol dan layar tancap.

Three Folks Beri Aku Amer

Mengikuti perkembangan jaman, Anggur Orang Tua menggencarkan pemasarannya lewat festival-festival musik dan menggaet artis-artis ternama untuk memasarkan produknya.

Berkat usahanya yang selalu kreatif, Anggur Orang Tua (terutama Anggur Merah), berhasil melekat di hati banyak orang dan komunitas. Meskipun produk Anggur Orang Tua jadinya lebih terkenal untuk kobam dan hura-hura, bukan sebagai minuman kesehatan.

Three Folks Beri Aku Amer

Terjangkau, Lokal, dan Selalu Berkualitas

Setiap bahan yang digunakan dalam produksi Anggur Orang Tua menggunakan bahan lokal. Anggur yang digunakan sebagai contohnya, hanya menggunakan anggur dari perkebunan di Bali.

Dalam produksinya, seluruh anggur melewati proses sortasi. Setelah itu, anggur diperas ke dalam tank fermentasi. Fermentasi dilakukan sambil menjaga suhu dan kondisi lingkungan agar menghasilkan minuman anggur dengan mutu terbaik. 

Selama 70 tahun, Anggur Orang Tua, dibuat dengan mengutamakan kualitas dan efisiensi produksi. Hal ini yang membuat Anggur Orang Tua berhasil mendominasi pasar hingga sekarang. Di segmen minuman Anggur seharga 50k - 60k, tidak ada yang bisa menandingi kualitas Orang Tua.

Three Folks Beri Aku Amer

Beri Aku Amer!

Dari minuman yang diragukan, kemudian menjadi minuman tradisi di Three Folks, sekarang Amer telah naik pangkat menjadi salah satu rasa Es Krim yang paling dicari oleh pelanggan kami.

Beri Aku Amer! dibuat dengan mencampurkan Anggur Merah Orang Tua ke dalam base ice cream kami, kemudian ditambah lapisan selai strawberry, dan potongan buah cranberry. 

Three Folks Beri Aku Amer

Aroma Anggur Merah Orang Tua yang begitu khas dengan rasa manis dan sedikit pahit; diperkaya buah berry yang asam dan segar. Kombinasi elemen - elemen ini menciptakan sensasi mengkonsumsi Wine berkelas - dessert dingin yang kompleks dan membuat badan menjadi hangat. Tentunya tanpa menghilangkan keunikan rasa Amer Orang Tua yang dikenal dan dicintai oleh banyak orang.

Read More
Origin Story Dave Setiaputra Origin Story Dave Setiaputra

Congyang dan Es Krim

Congyang memiliki sejarah yang kental di Semarang. Lewat Es Krim Mocha Congyang Brownies, kami ingin mengintegrasikan budaya menikmati Congyang, dalam bentuk Es Krim.

Cap Tiga Orang x Three Folks, dari namanya saja sudah cocok bukan?

Sebenarnya awalnya kami tertarik cuma gara2 brand resmi yang dipakai oleh minuman ini: Cap Tiga Orang.

Namun setelah mempelajari cerita ( dan tentunya mencicip ) alkohol asli Semarang ini, kami langsung yakin dan semangat untuk menjadikan ini kenyataan.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Sebelumnya kami hanya mengenal Congyang sebagai oleh-oleh khas Semarang selain lumpia. Namun, ternyata Congyang merupakan minuman dengan sejarah kental di Semarang.

Sejarah minuman yang diakui sebagai asimilasi budaya Jawa dan Tionghoa ini, dimulai dari tahun 1923.


Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Dibuat oleh Ahli Kung Fu

Khong A Djong merupakan ahli kung fu yang terkenal pada zamannya. Ia pernah menjuarai kejuaraan kungfu di Tiongkok selama tujuh kali berturut-turut.

Sejak ia menikahi istrinya di tahun 1923, Khong A Djong memulai sebuah usaha untuk menafkahi keluarganya. Ia meracik minuman dengan merk “A Djong.” Minuman inilah yang menjadi asal muasal Congyang.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Minuman Bagi Seluruh Kalangan Masyarakat

Meskipun sempat populer, penjualan A Djong kian menurun di Semarang. A Djong dengan kadar alkohol 35%, memiliki rasa yang terlalu panas. A Djong dinilai kurang cocok dengan lidah, tenggorokan, dan perut orang Semarang pada masa itu.

Pada tahun 1980, Koh Tiong, sebagai penerus Khong A Djong, melakukan riset-riset pengembangan agar minuman karya keluarganya dapat bangkit. 

Dalam tahap pengembangan, Koh Tiong berjuang untuk meramu minuman yang bisa diterima oleh semua kalangan. Mulai dari tukang becak, kuli panggul, pengusaha, guru, dosen, seniman, artis, pegawai negeri, hingga mahasiswa.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Hasil karya Koh Tiong mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat Semarang. 


Seiring berjalannya waktu, Koh Tiong merubah merk minuman menjadi Tiga Dewa, dan kemudian dipatenkan menjadi Cap Tiga Orang pada tahun 1985.


Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Kenapa Congyang?

Dalam perkembangan merk minuman ini, baik Khong A Djong ataupun Koh Tiong tidak pernah menggunakan nama Congyang. Namun kenapa minuman ini lebih dikenal dengan sebutan Congyang?


Berdasarkan sebuah artikel di Kompas, Congyang adalah istilah yang digunakan tanpa sengaja oleh masyarakat Semarang pada minuman ini. Ada yang mengatakan bahwa kata Congyang adalah serapan dari bahasa Hokkian yang berarti Mawar Merah. Padahal, dalam bahasa Hokkian kata "Chong" berarti Maju dan "Yang" sendiri tidak memiliki pemaknaan Mawar ataupun Merah.


Berdasarkan artikel energibangsa.id , ada ungkapan yang terkenal di kalangan pecintanya. Ungkapan tersebut berbunyi demikian,” Congyang adalah air kedamaian, air kata - kata yang rasanya manis dan menghangatkan.”


Dari berbagai sumber yang saya cari, saya mulai yakin kalau nama Congyang tidak sengaja disebutkan oleh orang mabuk, kemudian tau - tau jadi trend.


Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Congyang dan Es Krim

Congyang merupakan hasil fermentasi beras putih, gula pasir, spirit, dan aroma tambahan. Congyang memiliki rasa seperti Whiskey: pahit, tidak terlalu manis, dengan aroma yang unik.

Mengkombinasikan Congyang menjadi es krim membutuhkan ingredients pairing yang menarik dan tepat. Kami ingin mengintegrasikan budaya mengkonsumsi Congyang yang biasanya dilakukan masyarakat kota asalnya, ke dalam Es Krim Congyang.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan, Congyang merupakan minuman yang dinikmati dengan cemilan. Ada juga kalangan yang menggunakan kopi sebagai campuran saat meminum Congyang.

Dari hasil observasi dan eksperimen (a.k.a. Minum” lucu sambil ngemil), akhirnya kami merilis Mocha Congyang Brownies. Es Krim coklat dan kopi yang dibalut dengan aromatik Congyang. Ditaburi dengan potongan brownies yang kami rendam dengan Congyang.

Lewat Mocha Congyang Brownies, kami mencoba menciptakan experience menikmati Congyang yang lengkap dalam bentuk es krim.

Cuaca dingin di bulan Desember sangat mendukung untuk menikmati Mocha Congyang Brownies. Semangkuk creamy dessert yang membuat tubuh menjadi hangat.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

  










Read More
Business Tips Kuncoro Wibowo Business Tips Kuncoro Wibowo

5 Perbedaan Ice Cream dan Gelato

Ibarat buah, sama - sama apel tapi ada banyak macamnya; ice cream dan gelato punya kemiripan tapi ada karakternya masing - masing.

"Mas, ini ice cream atau gelato ya? Bedanya ice cream dan gelato apa sih? Three Folks Gelato ny enak ya, saya mau jual juga donk di café saya! "

3 tahun lebih Three Folks berjalan, terkadang saya masih bisa mendengar percakapan ini di café, kebingungan calon client B2B kami, serta melihat postingan senada di Instagram. Padahal, jenis hidangan penutup yang dibuat oleh Three Folks dan akan saya bahas lebih lanjut adalah kategori hard ice cream. Ibarat buah, sama - sama apel tapi ada banyak macamnya; ice cream dan gelato punya kemiripan tapi ada karakternya masing - masing. Skuy kita lihat lebih dekat apa sih (hard) ice cream dan gelato itu!

Es Krim Jakarta Barat

#1 Origin

Sejarah serta aneka bentuk hidangan penutup dingin sepanjang peradaban manusia sangat panjang, penuh legenda, dan juga misteri. Mulai dari kaisar romawi yang katanya menggunakan salju dari gunung lalu dicampur wine dan madu, sampai petualangan Marco Polo ke Cina yang kemudian membawa berita tentang es krim ke Italia.Dari beberapa kisah tersebut, umumnya disepakati bahwa es krim yang kita kenal sekarang berasal dari Italia (gelato) sekitar abad ke-17, lalu menyebar ke Perancis (French style), kemudian berkembang di Amerika (Philadelphia style).

 

Es Krim Jakarta Barat

#2 Bahan Baku / Resep

Saya yakin setiap pembuat ice cream ataupun gelato memiliki resep khas-nya masing - masing. Namun, resep klasik ice cream dan gelato umumnya terdiri dari campuran susu, krim, telur, serta gula yang dibekukan. 

Ice cream tradisional biasanya memiliki proporsi krim dan telur yang lebih banyak dibanding Italian-style gelato. Jenis adonan ice cream yang menggunakan telur disebut custard base / French-style, sementara yang tidak menggunakan telur disebut Philadelphia-style.

Es Krim Jakarta Barat

#3 Suhu

Ice cream biasa disajikan dalam kondisi yang lebih dingin (-18ºC s/d -21ºC) dibandingkan gelato (-15ºC s/d -18ºC); sementara untuk penyimpanan, bisa lebih dingin 2 - 3ºC lagi. Selain resep, suhu berpengaruh besar pada kondisi dan daya tahan produk.

Sebagai gambaran, biasanya artisan gelato dan ice cream dapat bertahan sekitar 1 - 2 minggu saat display, serta aman dikonsumsi dalam 2 - 3 bulan sejak tanggal produksi. Lebih dari itu kristal es yang merusak rasa, warna, dan tekstur mulai terbentuk. Untuk ice cream kelas industrial yang biasa kamu temukan di supermarket, bisa bertahan jauuuh lebih lama karena tambahan bahan stabilizers dan proses produksi di pabrik yang canggih.

Pada dasarnya suatu produk yang diolah dan dibekukan dengan baik memang dapat bertahan berbulan - bulan dan tidak basi, namun semakin cepat dikonsumsi tentu semakin baik.

Es Krim Jakarta Barat

#4 Kadar Udara

Dalam proses pembuatan ice cream dan gelato, ada satu proses pembekuan yang disebut churning. Bayangkan sebuah mesin cuci yang bekerja sambil mendinginkan, inilah yang dialami adonan ice cream dan gelato sebelum bisa kita nikmati. Dalam proses ini, ada gelembung - gelembung udara yang terperangkap dalam adonan, sehingga akan menambah volume pada hasil akhirnya. Tingkatan kadar udara ini disebut overrun, dan hal ini sangat mempengaruhi tingkat kualitas dan harga, mulai dari artisan / premium hingga industrial / komersil. Semakin rendah overrun, semakin tinggi kualitas dan harga ice cream / gelato yang diproduksi; sebaliknya semakin tinggi overrun, tentu saja kualitasnya akan semakin rendah dan juga murah karena isinya angin doank.

Sebagai perbandingan, ice cream / gelato artisan biasanya berada di kadar 20% - 30%, sementara kelas industrial bisa di kadar 50% - 100% atau bahkan lebih.

Es Krim Jakarta Barat

#5 Tekstur

Resep, suhu, dan kadar udara; gabungan ketiga hal inilah yang sangat berpengaruh pada tekstur dari sebuah ice cream dan gelato. Untuk mudahnya, kalian bisa menggunakan kata ice dan cream sebagai pengingat tekstur yang creamy dan padat, sementara ada ‘gel’ pada kata gelato untuk tekstur yang lebih kenyal dan lengket.

Es Krim Jakarta Barat

KESIMPULAN

5 hal di atas adalah perbedaan mendasar sehingga kita lebih kenal ice cream dan gelato, namun tidak mutlak. Keduanya sama - sama hidangan penutup yang dingin, cenderung manis, bisa meleleh, enak dan bikin hepi. Masing - masing pembuat ice cream dan gelato punya banyak ruang untuk berkreasi, dan pasti  punya penggemarnya sendiri. 

P.S. Sedikit curhat, meskipun saya pribadi memang pembuat ice cream, namun suka sekali makan gelato juga. Saya percaya hal ini ikut mempengaruhi saya dalam membuat ice cream Three Folks.

Saya tidak menggunakan telur, memakai lebih banyak susu daripada cream dalam resepnya dan hanya menggunakan tingkat overrun sekitar 25%. Kombinasi ini membuat ice cream Three Folks bisa memiliki tekstur yang lembut dan cukup ringan namun juga creamy dan padat; bisa dibilang jadi semacam persilangan hard ice cream dan gelato. ;)

Read More