Hi Folks,

Welcome to Three Folks!

Since 2017, we’re working hard to inspire you thru Ice Cream & Coffee. And here you can find almost everything we churn, brew, and craft for you.

Enjoy your scroll, Folks!

7 Mitos Kopi Luwak - dan kenapa Komunitas Specialty Coffee Benci Kopi Luwak   

7 Mitos Kopi Luwak - dan kenapa Komunitas Specialty Coffee Benci Kopi Luwak  

“Saat mendengar deskripsi tentang Kopi Luwak, saya tidak pernah ingin mencoba minum kopi ini. Siapa coba yang mau bayar mahal buat minum kotoran binatang? Dan saya tidak pernah lupa betapa terkejutnya saya saat mengetahui kalau kotoran binatang ini sangat fenomenal dan sangat populer di seluruh dunia.”

 

Berasal dari buah cherry kopi yang dicerna oleh Luwak, kopi Luwak dikenal sebagai kopi yang unik. Enzim yang dikandung dalam Luwak (katanya) mengubah struktur protein dalam kopi dan menghilangkan sebagian asam dari kopi, menghasilkan rasa kopi yang "smooth" dan tidak pahit.

 

Setelah mempelajari ilmu pengetahuan specialty coffee, membaca paragraf di atas semakin berasa absurd dan tidak masuk akal.

 

Lalu kenapa bisa populer?

 

Berdasarkan hasil membaca dari sekian banyak artikel tentang Kopi Luwak, dapat disimpulkan bahwa Kopi Luwak menjadi mahal karena cerita yang dijual. Sebuah kopi yang eksotis, hasil alam yang timbul dari kreativitas orang Asia.

 

Kopi yang masih fenomenal ini dipenuhi dengan berbagai kisah dan mitos. Banyaknya pro dan kontra malah justru membuat kopi ini semakin populer di kalangan tertentu.

 

Yuk coba kita kupas mana yang mitos dan fakta! Saya ingin tahu pendapat kamu mengenai Kopi Luwak setelah membaca artikel ini.

 

Kopi Jakarta Barat

#1 Asal muasalnya misterius

 

Seperti nama lain kopi ini (kopi ta*i), sejarah ditemukannya kopi ini berasal dari masa-masa yang bagai ta*i dan merupakan cerita menyedihkan bagi masyarakat Indonesia. Pada awal abad ke-18, Penjajah dari Belanda membawa kopi ke Indonesia. Ini adalah awal mula Indonesia menjadi terkenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia karena memiliki iklim yang sangat cocok untuk menanam kopi.

 

Perdagangan kopi ekspor yang dilakukan Belanda menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Namun, kehidupan para petani kopi Indonesia sangatlah menderita karena mereka tidak mendapatkan bayaran yang sesuai. Bahkan ada peraturan dimana petani Indonesia dilarang meminum kopi hasil karya mereka sendiri.

 

Pada suatu hari, ada sekelompok petani yang melihat Luwak memakan buah cherry dari kopi, mencernanya, dan mengeluarkan biji kopi dari lubang pencernaannya. Para petani tersebut kemudian mengolah kopi tersebut dan menjadikannya minuman.

 

Tindakan ini tidak menyalahi peraturan yang ditetapkan oleh Tentara Belanda (karena mereka tidak mengambil kopi langsung dari kebun). Pada saat itu, kopi Luwak ternyata memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan kopi biasa. Kopi Luwak menjadi populer di kalangan para petani, hingga akhirnya diketahui oleh Tentara Belanda. Dan akhirnya, kopi Luwak-pun dieksploitasi oleh Tentara Belanda.

 

Kopi Luwak yang merupakan karya dari masyarakat Indonesia malah menjadi hidangan eksklusif bagi kalangan elit yang tidak bisa mereka nikmati.

 

Kopi Jakarta Barat

#2 Kopi termahal di dunia

 

Hingga tahun 2018, Kopi Luwak adalah kopi dengan harga termahal di dunia. Varian yang termahal bisa mencapai $500 per kg. Namun, kedudukannya sebagai kopi termahal sudah turun menjadi peringkat ke-4. Berita baiknya, Kedudukan kopi Luwak sebagai kopi termahal dikalahkan oleh 2 kopi Specialty - Finca El Injerto dari Guatemala dan Hacienda La Esmeralda dari Panama.

 

Berita buruknya? Posisi pertama sekarang diduduki oleh Black Ivory Coffee - Kopi yang berasal dari kotoran gajah. Kopi asal Thailand ini terinspirasi dari kopi Luwak. Kalau kotoran Luwak yang makan kopi bisa diminum, mungkin gajah juga bisa? Maka lahirlah kopi kotoran generasi terbaru saat ini.

 

Berikut merupakan ranking 5 kopi termahal di tahun 2020 menurut financesonline.com

  1. Black Ivory Coffee - lebih dari $250 per kg

  2. Finca El Injerto Coffee - $250 per kg

  3. Hacienda La Esmeralda - $175 per kg

  4. Kopi Luwak - $80 per kg

  5. Saint Helena Coffee - $33 per kg

 

Kopi Jakarta Barat

#3 Kopi langka dengan kualitas tinggi

 

Persepsi kualitas dari kopi ini berasal dari sebuah fenomena. Di mana seekor luwak bisa melakukan seleksi kualitas dalam memakan buah cherry kopi. Ini yang menyebabkan kopi yang dihasilkan Luwak bisa memiliki kualitas yang cukup baik. Dan fenomena ini jugalah yang membuat Kopi Luwak menjadi sangat terkenal - "kopi langka dengan proses unik dari negara Timur."

 

Namun, popularitas Kopi Luwak menyebabkan para produsen mengeksploitasi Luwak dengan cara mengurungnya dalam kandang dan memaksanya  memakan buah cherry kopi sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan produksi. Praktek ini menyebabkan penurunan drastis kualitas Kopi Luwak.

 

Hm, berarti bisa dikatakan alasan utama Kopi Luwak disebut berkualitas tinggi sudah hilang. Tapi kok harganya tetap mahal?

 

Justifikasi harga Kopi Luwak yang mahal juga berasal dari sebuah claim bahwa Kopi Luwak hanya diproduksi sebanyak 500 kg per tahun. Tapi berdasarkan hasil penelitian jurnalis the guardian.com dan berbagai aktivitas kelestarian hewan, membuktikan bahwa produksi Kopi Luwak mencapi 50 ton per tahun. Bahkan 1 perkebunan Kopi Luwak di Indonesia diketahui menghasilkan 7 ton Kopi Luwak setiap tahun.

 

Makin parahnya lagi, karena permintaan Kopi Luwak jauh lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksinya, banyak kopi biasa yang diberi label Kopi Luwak. *Sumber -> Coffee Channel

 

Jadi bisa disimpulkan bahwa Kopi Luwak memang langka dan susah untuk ditemukan. Sulit untuk mengetahui Kopi Luwak yang kamu beli asli atau palsu. Dan harga yang mahal karena kualitas, kemungkinan besar juga hanyalah "gimmick". Karena rasa Kopi Luwak bisa dengan mudah digantikan dengan kopi biasa dengan kualitas biasa saja.

 

Kopi Jakarta Barat

#4 Produksinya Menyiksa luwak

 

Luwak merupakan binatang nokturnal dan penyendiri. Berarti selain lebih menyukai ketenangan, luwak harusnya tidur saat siang, dan bangun di malam hari. Hewan ini juga memiiliki diet yang terdiri dari berbagai buah (pepaya, nanas, dan buah cherry kopi), biji-bijian, dan serangga.

 

Berdasarkan penemuan para peneliti dari Oxford Universities di tahun 2016, praktek produksi Kopi Luwak merupakan sebuah penyiksaan yang kejam.

 

Luwak dikurung dalam kandang kotor berdesakan dengan Luwak lain, dipaksa untuk hanya memakan biji kopi, dan menjadi atraksi bagi turis di siang hari.

 

Kondisi luwak yang ditemui kebanyakan mengalami stres mental. Memiliki badan yang kurus karena kekurangan nutrisi, ada jg yg obesitas karena tidak bisa bergerak, dan beberapa mengalami overdosis kafein.

 

Kopi Jakarta Barat

#5 Rasanya enak!

 

Kopi yang diproduksi oleh Kopi Luwak yang tidak dikurung (Luwak liar) dikenal memiliki rasa yang khas dan enak. Menurut para produsen dan pecinta Kopi Luwak, kopi Luwak dengan kualitas tertinggi memiliki rasa yang khas - keasaman yang tidak setinggi kopi Arabica, dengan taste notes kacang, karamel dan coklat.

 

Iya, kamu tidak salah baca. Rasanya memang seperti kopi Arabica yang biasa saja.

 

Dan Kopi Luwak dengan kualitas seperti ini hanya diproduksi sangat sedikit. Karena produksi Kopi Luwak liar sangat sulit. Bayangkan, kamu harus mencari kotoran dari Luwak yang tersebar di hutan. Saat kamu menemukan kotorannya, biji kopi yang ada di dalam kotorannya akan berjumlah lebih sedikit (karena luwak liar tidak hanya memakan buah cherry kopi), dan belum tentu kotorannya ada dalam kondisi yang bagus.  

 

Kopi Luwak liar tidak mungkin dijual dengan harga yang terjangkau. Dan rasanya seperti kopi Arabica grade biasa. Menurut SCA (Specialty Coffee Association), enzim dari Luwak yang (katanya) menghilangkan asam juga menghilangkan berbagai keunikan dan karakter dari kopi. Dan hal ini menyebabkan rasa kopi Luwak biasa saja, bahkan skornya termasuk rendah berdasarkan cupping score. 

 

Bagaimana rasa Kopi Luwak yang dikurung? Sprudge pernah mengutip taste notes Kopi Luwak pada umumnya memiliki rasa seperti berjamur, apek, medicinal, dan seperti saus tiram. Kalau kamu tidak ingin buang-buang uang, mungkin lebih baik tidak usah mencoba.

 

Kopi Jakarta Barat

#6 Memiliki khasiat lebih dibandingkan kopi biasa

 

Sehat bagi lambung, melindungi dari kanker (terutama kanker usus), mencegah penurunan fungsi kognitif, meningkatkan mood, dan membantu untuk meredakan migraine.

 

Selain dari keunikan origin dan rasanya yang "khas" Hampir semua produsen Kopi Luwak menggembar-gemborkan berbagai keuntungan di atas.

 

Dan Kopi Luwak memang benar memiliki keuntungan-keuntungan di atas apabila kamu konsumsi secara rutin. Tapi begitu juga dengan kopi pada umumnya, tanpa perlu bikin bolong dompet kamu ;).

Kopi Jakarta Barat

#7 Sudah ada perkembangan dalam etika produksi Kopi Luwak

 

Tony Wild, yang memperkenalkan kopi Luwak ke dunia bagian barat, memberi peringatan melalui berbagai media kalau Kopi Luwak yang diperdagangkan sekarang jauh berbeda dengan apa yang diperkenalkan kepada dunia. Kopi Luwak yang Ia perkenalkan adalah Kopi Luwak liar yang memiliki daya tarik dari proses produksinya yang unik. Sedangkan Kopi Luwak sekarang sangat erat dengan = penyiksaan dan kepalsuan.

 

Organisasi-organisasi pemberi sertifikasi kopi seperti Sustainable Agriculture Network, Rainforest Alliance, dan UTZ Certified menolak untuk memberikan sertifikasi kepada produksi Kopi Luwak yang dikurung. 

 

Berbagai organisasi kehutanan dan pecinta binatang di seluruh dunia-pun menentang produksi Kopi Luwak dilanjutkan, karena praktek produksi yang kejam dan penuh kebohongan.

 

Berkat perjuangan berbagai aktivis di seluruh dunia untuk mengekspos dan mencegah penyiksaan luwak, produksI Kopi Luwak semakin diperketat. Selain itu, produsen Kopi Luwak Liar yang tersertifikasi mulai bermunculan. Salah satu contohnya adalah Kopi Luwak dari Volcanica Coffee.

 

Meskipun begitu, tidak ada penurunan signifikan dari produksi Kopi Luwak di seluruh dunia. Kopi Luwak yang dihasilkan melalui penyiksaan Luwak, dan Kopi Luwak palsu masih bertebaran secara bebas di berbagai tempat.

*Sumber -> National Geographic

Kopi Jakarta Barat

Kesimpulan

 

Penuh kebohongan, diproduksi dengan menyiksa hewan, rasanya biasa saja (kalau diproduksi dengan benar), dan dihargai sangat mahal. Mungkin kamu juga tidak perlu mengerti specialty coffee untuk membenci Kopi Luwak.

 

Komunitas specialty coffee menempatkan perhatian yang sangat spesial dan hampir fanatik kepada kualitas dan transparansi dalam proses. Mereka meneliti kopi melalui pendalaman berdasarkan ilmu sains, berjuang menghadapi tantangan sosial budaya dalam membina petani kopi, memajukan industri kopi atas dasar kepercayaan dan kekaguman pada rasa kopi yang fenomenal.

 

Specialty Coffee mengubah kehidupan orang banyak menjadi lebih baik dari berbagai aspek. Penemuan berbagai kopi yang enak, mensejahterakan kehidupan petani, membuka berbagai peluang pekerjaan, dan meningkatkan kualitas hidup manusia melalui coffee culture yang positif. Dan semua hal ini dilakukan dengan kerja keras, melalui kolaborasi yang jujur, dan menempatkan kelestarian alam sebagai prioritas.

 

Pemberian harga yang mahal pada specialty coffee adalah bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi atas kerja keras produsen dalam memproduksi kopi. Gelar "Kopi termahal" bagaikan sebuah pencapaian yang sakral karena telah melalui seleksi yang sangat ketat dari komunitas specialty coffee.

 

Bagi komunitas specialty coffee, Kopi Luwak dianggap sebagai sebuah penghinaan bagi seluruh industri kopi. Mereka tidak dapat menerima sebuah fakta bahwa kotoran binatang yang diproduksi dengan asal, diperjualbelikan sebagai "kopi langka yang berkualitas." Industri kopi yang seharusnya bisa memberi pengaruh positif bagi kebudayaan manusia justru mempopulerkan hasil karya dari menyiksa hewan dan membohongi orang lain.

 

Menurut saya, Kopi Luwak bukanlah kopi yang layak untuk dicoba. Selain alasan ekonomi yang tidak masuk akal, meminum Kopi Luwak sama dengan mendukung penyiksaan yang dilakukan kepada Luwak di seluruh dunia.

 

Kalau kamu adalah peminum setia Kopi Luwak, belilah Kopi Luwak yang memiliki sertifikasi UTZ dan Rainforest Alliance. Jauh lebih baik lagi kalau kamu mulai minum kopi Arabica yang jauh lebih enak dengan harga yang terjangkau di coffee shop favorit kamu. Banyak juga kok varian yang tidak terlalu asam. :)

Solusi 5 Kemalasan Operasional Pemilik Coffee Shop

Solusi 5 Kemalasan Operasional Pemilik Coffee Shop

5 Perbedaan Ice Cream dan Gelato

5 Perbedaan Ice Cream dan Gelato