Three Folks at Home Dave Setiaputra Three Folks at Home Dave Setiaputra

Home Café Recipe | Bocoran Resep Guavee, Mocktail Tropis Dari Kopi dan Buah Jambu

Terbuat dari kopi yang diseduh dengan metode cold brew dan sirup jambu alami, Guavee adalah mocktail kopi tropis yang menggiurkan.

Terbuat dari kopi yang diseduh dengan metode cold brew dan sirup jambu alami, Guavee adalah mocktail kopi tropis yang menggiurkan.

Kalau kamu sering nyetok jambu di rumah, minuman simpel nan brilian karya Febry ini sangat mudah untuk dibuat. Yuk cobain!

Resep Guavee

Bahan Dasar:

  • 100 gr Buah Jambu

  • 150 gr Cold Brew Coffee

  • 500 gr Air Mineral

  • 120 gr Gula Putih

  • 10 gr Simple Syrup (Air : Gula = 1 : 1)

  • Es Batu

House-made Guava Syrup:

  • Buat simple syrup terlebih dahulu: larutkan 120 gr Gula Putih dengan 500 gr Air Mineral

  • Diamkan selama 30 menit atau hingga suhu dingin

  • Tumbuk Jambu hingga bertekstur sampai jadi paste (cek video)

  • Tuang dan aduk ke dalam simple syrup

  • Diamkan selama 10 menit agar rasa buah jambu terekstrak dengan baik.

  • Sirup ini bisa bertahan hingga 1 minggu.

Guavee:

  • Siapkan gelas

  • Tuang 50 House-made Guava Syrup dan 10 gr Simple Syrup (Air : Gula = 1 : 1)

  • Tuang Es Batu 4-5 pcs, tergantung ukuran dan selera

  • Tuang 150gr Cold Brew Coffee pelan-pelan, agar layer warna pada mocktail memiliki kontras yang baik

  • Taruh potongan jeruk nipis kering sebagai hiasan

Resep Guavee untuk Barista at Home
Resep Guavee untuk Barista at Home
Resep Guavee untuk Barista at Home

Bonus - Cara bikin potongan jeruk nipis kering:

  • Iris tipis jeruk nipis

  • Keringkan di dalam kulkas selama 2-3 hari

  • Atau keringkan dalam oven, kalau mau lebih cepat

Gampang kan, Folks? Kalau kamu mau buat menu ini di rumah, saran saya kamu juga punya gelas yang bening dengan ukuran yang tidak terlalu besar ya. Agar penampilan dari mocktail kopi ini dapat disajikan dengan maksimal.

Cobain ya! Kalau udah, coba share hasilnya di kolom komentar :)

Read More
Three Folks at Home Dave Setiaputra Three Folks at Home Dave Setiaputra

Coffee Brewing Recipe | Resep Seduh Kopi Menggunakan Aeropress Level Advance - Kerintji Black Forest

Sebuah resep Aeropress original dari @febrirayhann , barista Three Folks Pesanggrahan - menonjolkan semua spektrum rasa dari biji kopi Kerintji Black Forest dengan intens.

Sebuah resep Aeropress original dari @febrirayhann , barista Three Folks Pesanggrahan - menonjolkan semua spektrum rasa dari biji kopi Kerintji Black Forest dengan intens.


Menyeduh kopi Kerinci bisa dibilang cukup dilematis, karena rasa asamnya kompleks dan rasa manis nya sangat nyaman. Namun kedua spektrum rasa tersebut baru bisa terasa dengan optimal apabila diekstrak dengan intens dan seimbang. Profil ektraksi yang sulit dihasilkan kalau kami menggunakan alat seduh kopi pour over seperti v60 atau Kalita.


Beda cerita kalau kami menggunakan Aeropress - sebuah alat seduh yang memadukan metode tubruk dan pressurized extraction.


Metode tubruk yang digunakan pada Aeropress memungkinkan semua spektrum rasa kopi untuk terekstrak secara seimbang. Pressurized extraction saat menekan Aeropress memaksimalkan semua intensitas rasa yang terekstrak.


Namun menyeduh menggunakan Aeropress tidak mudah. Selain kemampuannya menghasilkan ekstraksi kopi yang unik, Aeropress terkenal sebagai alat seduh yang sangat eksperimental. Kamu bisa bereksperiman dengan ribuan kombinasi metode seduh, dan satu perbedaan dalam metode dapat menghasilkan profil ekstraksi yang berbeda.


Maka untuk menghasilkan cita rasa yang dihasilkan menggunakan resep dari Febri, kamu harus mengikutinya dengan sangat presisi dan detail. Beda satu adukan, atau terlalu lambat 3 detik saja dalam prosesnya akan menghasilkan cita rasa yang berbeda.


Kerintji Black Forest

Kerintji Black Forest

Resep Aeropress Febry untuk Kopi Kerintji Black Forest


Bahan:

  • 15 gram biji Kopi Kerintji Black Forest

  • Ukuran giling = medium fine

  • 175 gram air dengan suhu 95℃


Metode Seduh:

  • Siapkan peralatan Aeropress, coffee server, dan timbangan.

  • Apabila kamu tidak menggunakan coffee server, pastikan kamu menggunakan wadah yang kuat agar tidak pecah saat di press.

  • Tuang biji kopi Kerintji Black Forest yang sudah digiling ke dalam Aeropress.

  • Tuang air dengan gerakan memutar sesuai arah jarum jam selama 25 detik.

  • Diamkan selama 15 detik

  • Aduk dengan gerakan memutar terbalik dari arah jarum jam. Aduk sebanyak 26 kali selama 17 detik.

  • Tekan selama 15 detik.


Taste Notes:

  • Perpaduan buah plum dan cherry, dengan tesktur kopi yang seperti sirup, diakhiri dengan aroma susu coklat.


Selamat mencoba, Folks!


Untuk resep manual brew lainnya 👇


Manual Brew Beans

Seasonal and delicious light or medium roasted coffee - highlighting the flavour and complexity of each origin.

Read More
Business Tips Dave Setiaputra Business Tips Dave Setiaputra

Persiapan Shift Pagi Barista di Three Folks

Barista kalau masuk pagi ngapain aja sih? Yuk kita intip kegiatan persiapan barista di Three Folks kalau shift pagi.

Barista kalau masuk pagi ngapain aja sih? Yuk kita intip kegiatan persiapan barista di Three Folks kalau shift pagi.

Dari list yang ada di video atas sebenarnya banyak yang belum kecatet. Tapi ga muat dicantumin semua untuk format video 1 menit di Instagram Reels hehe.

Untuk sekedar memberikan bayangan lebih representatif untuk persiapan pembukaan, ini kira-kira list yang lebih lengkapnya:

  • Nyalain mesin kopi

    • Ini harus dilakukan di awal karena menunggu mesin panas dan siap dipakai memakan waktu cukup lama

    • Kalau pakai air galon kaya di Three Folks, harus dicek dulu volume air di galon. Karena kalau airnya habis bisa bikin mesin rusak.

  • Saring cold brew kopi dan teh yang diseduh dari kemarin malam

  • Cek stok bahan-bahan yang diperlukan untuk operasional ( sirup, potongan buah, es batu, espresso untuk iced drinks, kopi filter, dll dll dll) kalau ga cukup harus segera disiapin atau beli.

  • Set up meja bar agar semua bahan dan peralatan siap untuk digunakan dengan workflow yang super cepat.

  • Set up kasir, nyalain lagu, cek internet, sapu-sapu, nyalain ac, set up meja dan kursi, cek wc, siram tanaman

  • Grooming biar tampan dan cantik

  • Kalibrasi kopi ➡ ini bisa cepet, bisa lama banget kalo kopinya agak fresh

  • Dan ditutup dengan doa sebelum mulai buka toko

Tamu pagi di Three Folks kalau datang suka ga ketebak. Kadang sepi, tapi bisa tiba2 udah ngantri berbondong-bondong sebelum jam buka. Dan tamu-tamu pagi itu sifatnya buru-buru dan ga suka nunggu. Makanya kemampuan datang pagi sebagai barista hukumnya udah wajib 😅

Read More
Three Folks at Home Dave Setiaputra Three Folks at Home Dave Setiaputra

Coffee Brewing Recipe | Resep Seduh Kopi v60 untuk Pemula yang Gampang dan Enak - Flores Floral Berries

Ini resep dasar yang kami gunakan di Three Folks untuk kalibrasi kopi manual brew menggunakan v60. Beruntungnya, kopi Flores Floral Berries memiliki cita rasa yang pas kalau diseduh dengan resep ini.

Buat kamu yang bingung mau mulai ngulik resep seduh kopi menggunakan v60 dari mana, bisa pakai resep ini.


Ini resep dasar yang kami gunakan di Three Folks untuk kalibrasi kopi manual brew menggunakan v60. Sekaligus juga kami gunakan untuk melatih kestabilan tangan dalam menuang air.


Resep ini menghasilkan kopi yang manis, aromatik, dengan tekstur yang lembut. Beruntungnya, kopi Flores Floral Berries memiliki cita rasa yang pas kalau diseduh dengan resep ini.


Resep v60 Adit untuk kopi Flores Floral Berries


Bahan:

  • 15 gram biji kopi Flores Floral Berries

  • Ukuran giling = medium

  • 225 gram air mineral dengan suhu 95℃


Metode Seduh:

  • Siapkan peralatan v60, paper filter v60, coffee server, dan timbangan.

  • Bilas v60 dan paper filter v60 dengan air panas agar suhu kopi selama proses seduh lebih stabil.

  • Tuang biji kopi yang sudah digiling ke dalam v60.

  • Tuang 30 gram air dan diamkan selama 30 detik.

    • Ini merupakan proses blooming , yang fungsinya adalah untuk membuang gas di dalam kopi

    • Langkah pertama ini juga dibutuhkan untuk memastikan semua biji kopi basah secara merata. Agar ekstraksi yang dihasilkan juga lebih merata.

  • Tuang 170 gram air. Pastikan aliran air pelan, dengan gerakan memutar yang stabil.

  • Tunggu hingga genangan air hampir kering, sebelum tuangan terakhir.

  • Tuang 25 gram air.


Taste Notes:

Full of blackberry, orange, and chamomile aroma


Proses seduh (hingga genangan air turun semua) idealnya selesai di kisaran 2 menit 30 detik. Kalau proses seduh kamu selesai terlalu cepat, berarti ukuran giling kamu terlalu kasar, dan rasa kopinya bisa jadi asam dan tidak nyaman.


Kalau proses seduh lebih lama, biasanya lebih aman. Tapi kalau lewat dari 3 menit, bisa jadi pahit. Terutama kalau kamu pakai air dengan kandungan mineral tinggi seperti Aqua.


Selamat mencoba, Folks!


Untuk resep manual brew lainnya 👇


Manual Brew Beans

Seasonal and delicious light or medium roasted coffee - highlighting the flavour and complexity of each origin.

Read More
Origin Story Dave Setiaputra Origin Story Dave Setiaputra

Beri Aku Amer

Selain sebagai minuman tradisi di Three Folks, Amer adalah salah satu rasa Es Krim yang paling dicari oleh pelanggan kami. Mari kita kenali minuman fenomenal ini lebih jauh.

“Tanpa Anggur Merah, mungkin tidak ada briefing malam dan mini gathering di Three Folks.”  

Dulu saya sempat meremehkan Anggur Merah Orang Tua. Pola pikir saya, kalau minum Anggur Merah (Wine), harus minum yang mahal di suasana yang berkelas. Buat apa minum Amer murah? 

Saya ingat pertama kali minum karena sempat ada yang bawa untuk jadi “teman briefing” di Three Folks. Biar curhat dan evaluasinya lancar katanya. Saat itu saya minumnya terpaksa, untuk apresiasi saja.

Dari “teman briefing,” Amer jadi minuman selebrasi kalau ada pencapaian atau ada yang dirayakan. Lama kelamaan, Amer jadi minuman tradisi yang menghasilkan banyak cerita di Three Folks. Tanpa sadar, saya juga jadi terbiasa minum Amer (hehe).

Three Folks Beri Aku Amer

Setelah saya usut dari berbagai sumber, ternyata Amer memang disukai oleh berbagai kalangan. Bahkan hampir bisa dikatakan, Amer memiliki popularitas nomor satu di berbagai tongkrongan. 

Mari kita kenali minuman fenomenal ini lebih jauh.

Three Folks Beri Aku Amer

Berawal dari Minuman Kesehatan

Anggur fenomenal ini dibuat oleh Chu Sam Yak dan Chu Sok Sam di Medan pada tahun 1948, di tengah kacaunya dunia bisnis akibat perang. 

Bisnis rumahan ini, awalnya didirikan untuk menjual minuman kesehatan. Makanya produk yang diutamakan sejak dahulu adalah Anggur Kolesom: campuran anggur, ginseng, dan rempah-rempah lainnya. Dosisnya meminumnya pun disarankan 3 sloki per hari. Tidak seperti sekarang yang malah sebotol sehari habis.

Three Folks Beri Aku Amer

Pada tahun 1950, mereka pergi ke Semarang dan membangun pabrik pertama bersama Lim Kok Liang, Lim Tong Chai, dan Lim Mia Chuan. Inilah cikal bakal lahirnya PT Perindustrian Bapak Djenggot, yang sekarang dikenal sebagai Orang Tua Group.

Three Folks Beri Aku Amer

Mendekati Rakyat dengan Kreatif

Sebagai produk anggur kesehatan yang ditujukan bagi seluruh rakyat, Anggur Orang Tua selalu memasarkan produknya dengan kreatif.

Pada tahun 1966, Anggur Orang Tua sempat viral karena cara pemasarannya yang unik: menggunakan orang cebol dan layar tancap.

Three Folks Beri Aku Amer

Mengikuti perkembangan jaman, Anggur Orang Tua menggencarkan pemasarannya lewat festival-festival musik dan menggaet artis-artis ternama untuk memasarkan produknya.

Berkat usahanya yang selalu kreatif, Anggur Orang Tua (terutama Anggur Merah), berhasil melekat di hati banyak orang dan komunitas. Meskipun produk Anggur Orang Tua jadinya lebih terkenal untuk kobam dan hura-hura, bukan sebagai minuman kesehatan.

Three Folks Beri Aku Amer

Terjangkau, Lokal, dan Selalu Berkualitas

Setiap bahan yang digunakan dalam produksi Anggur Orang Tua menggunakan bahan lokal. Anggur yang digunakan sebagai contohnya, hanya menggunakan anggur dari perkebunan di Bali.

Dalam produksinya, seluruh anggur melewati proses sortasi. Setelah itu, anggur diperas ke dalam tank fermentasi. Fermentasi dilakukan sambil menjaga suhu dan kondisi lingkungan agar menghasilkan minuman anggur dengan mutu terbaik. 

Selama 70 tahun, Anggur Orang Tua, dibuat dengan mengutamakan kualitas dan efisiensi produksi. Hal ini yang membuat Anggur Orang Tua berhasil mendominasi pasar hingga sekarang. Di segmen minuman Anggur seharga 50k - 60k, tidak ada yang bisa menandingi kualitas Orang Tua.

Three Folks Beri Aku Amer

Beri Aku Amer!

Dari minuman yang diragukan, kemudian menjadi minuman tradisi di Three Folks, sekarang Amer telah naik pangkat menjadi salah satu rasa Es Krim yang paling dicari oleh pelanggan kami.

Beri Aku Amer! dibuat dengan mencampurkan Anggur Merah Orang Tua ke dalam base ice cream kami, kemudian ditambah lapisan selai strawberry, dan potongan buah cranberry. 

Three Folks Beri Aku Amer

Aroma Anggur Merah Orang Tua yang begitu khas dengan rasa manis dan sedikit pahit; diperkaya buah berry yang asam dan segar. Kombinasi elemen - elemen ini menciptakan sensasi mengkonsumsi Wine berkelas - dessert dingin yang kompleks dan membuat badan menjadi hangat. Tentunya tanpa menghilangkan keunikan rasa Amer Orang Tua yang dikenal dan dicintai oleh banyak orang.

Read More
Origin Story Dave Setiaputra Origin Story Dave Setiaputra

Congyang dan Es Krim

Congyang memiliki sejarah yang kental di Semarang. Lewat Es Krim Mocha Congyang Brownies, kami ingin mengintegrasikan budaya menikmati Congyang, dalam bentuk Es Krim.

Cap Tiga Orang x Three Folks, dari namanya saja sudah cocok bukan?

Sebenarnya awalnya kami tertarik cuma gara2 brand resmi yang dipakai oleh minuman ini: Cap Tiga Orang.

Namun setelah mempelajari cerita ( dan tentunya mencicip ) alkohol asli Semarang ini, kami langsung yakin dan semangat untuk menjadikan ini kenyataan.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Sebelumnya kami hanya mengenal Congyang sebagai oleh-oleh khas Semarang selain lumpia. Namun, ternyata Congyang merupakan minuman dengan sejarah kental di Semarang.

Sejarah minuman yang diakui sebagai asimilasi budaya Jawa dan Tionghoa ini, dimulai dari tahun 1923.


Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Dibuat oleh Ahli Kung Fu

Khong A Djong merupakan ahli kung fu yang terkenal pada zamannya. Ia pernah menjuarai kejuaraan kungfu di Tiongkok selama tujuh kali berturut-turut.

Sejak ia menikahi istrinya di tahun 1923, Khong A Djong memulai sebuah usaha untuk menafkahi keluarganya. Ia meracik minuman dengan merk “A Djong.” Minuman inilah yang menjadi asal muasal Congyang.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Minuman Bagi Seluruh Kalangan Masyarakat

Meskipun sempat populer, penjualan A Djong kian menurun di Semarang. A Djong dengan kadar alkohol 35%, memiliki rasa yang terlalu panas. A Djong dinilai kurang cocok dengan lidah, tenggorokan, dan perut orang Semarang pada masa itu.

Pada tahun 1980, Koh Tiong, sebagai penerus Khong A Djong, melakukan riset-riset pengembangan agar minuman karya keluarganya dapat bangkit. 

Dalam tahap pengembangan, Koh Tiong berjuang untuk meramu minuman yang bisa diterima oleh semua kalangan. Mulai dari tukang becak, kuli panggul, pengusaha, guru, dosen, seniman, artis, pegawai negeri, hingga mahasiswa.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Hasil karya Koh Tiong mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat Semarang. 


Seiring berjalannya waktu, Koh Tiong merubah merk minuman menjadi Tiga Dewa, dan kemudian dipatenkan menjadi Cap Tiga Orang pada tahun 1985.


Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Kenapa Congyang?

Dalam perkembangan merk minuman ini, baik Khong A Djong ataupun Koh Tiong tidak pernah menggunakan nama Congyang. Namun kenapa minuman ini lebih dikenal dengan sebutan Congyang?


Berdasarkan sebuah artikel di Kompas, Congyang adalah istilah yang digunakan tanpa sengaja oleh masyarakat Semarang pada minuman ini. Ada yang mengatakan bahwa kata Congyang adalah serapan dari bahasa Hokkian yang berarti Mawar Merah. Padahal, dalam bahasa Hokkian kata "Chong" berarti Maju dan "Yang" sendiri tidak memiliki pemaknaan Mawar ataupun Merah.


Berdasarkan artikel energibangsa.id , ada ungkapan yang terkenal di kalangan pecintanya. Ungkapan tersebut berbunyi demikian,” Congyang adalah air kedamaian, air kata - kata yang rasanya manis dan menghangatkan.”


Dari berbagai sumber yang saya cari, saya mulai yakin kalau nama Congyang tidak sengaja disebutkan oleh orang mabuk, kemudian tau - tau jadi trend.


Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Congyang dan Es Krim

Congyang merupakan hasil fermentasi beras putih, gula pasir, spirit, dan aroma tambahan. Congyang memiliki rasa seperti Whiskey: pahit, tidak terlalu manis, dengan aroma yang unik.

Mengkombinasikan Congyang menjadi es krim membutuhkan ingredients pairing yang menarik dan tepat. Kami ingin mengintegrasikan budaya mengkonsumsi Congyang yang biasanya dilakukan masyarakat kota asalnya, ke dalam Es Krim Congyang.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

Berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan, Congyang merupakan minuman yang dinikmati dengan cemilan. Ada juga kalangan yang menggunakan kopi sebagai campuran saat meminum Congyang.

Dari hasil observasi dan eksperimen (a.k.a. Minum” lucu sambil ngemil), akhirnya kami merilis Mocha Congyang Brownies. Es Krim coklat dan kopi yang dibalut dengan aromatik Congyang. Ditaburi dengan potongan brownies yang kami rendam dengan Congyang.

Lewat Mocha Congyang Brownies, kami mencoba menciptakan experience menikmati Congyang yang lengkap dalam bentuk es krim.

Cuaca dingin di bulan Desember sangat mendukung untuk menikmati Mocha Congyang Brownies. Semangkuk creamy dessert yang membuat tubuh menjadi hangat.

Three Folks Mocha Congyang Brownies.jpeg

  










Read More
Origin Story Dave Setiaputra Origin Story Dave Setiaputra

Curators Coffee Company

Curators Coffee Company merupakan sebuah perusahaan yang dibangun oleh Raymond Ali di tahun 2018. CCC memiliki tujuan untuk membantu petani dan produsen di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas kopi.

"Bro, ada good news nih. Bulan Desember nanti kita bisa rilis coffee beans dari Semendo. Dapet 1 lot eksperimental khusus dari Raymond Ali buat Three Folks," kata Felix bulan Oktober lalu.

 

"Hah seriusan?  Asik banget! Eh kok bisa dapet lot khusus gitu?" saya setengah bingung tapi seneng.

 

"Iya gw emang uda kenal Raymond dari temen di Palembang. Sempet nyoba kopi dia dan kebetulan pernah bantuin doi jadi time keeper pas kompetisi barista. Tapi gatau juga ya kenapa dia sampe ngasih special lot buat Three Folks," balas Felix.

 

"Tapi beneran ya, emg dari gw kenal Raymond orangnya super baik dan humble gitu," tambahnya.

 

Impression yang didapatkan oleh Felix mengenai Raymond Ali bukanlah sebuah pengalaman unik. Namun juga dialami oleh semua orang yang pernah berinteraksi dengan Raymond. Ketulusan hatinya pun dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya saat ia menjalankan Curators Coffee Company.

 

Curators Coffee Company (CCC) merupakan sebuah perusahaan yang dibangun oleh Raymond Ali di tahun 2018. Raymond Ali juga merupakan pemilik dari Luthier Coffee, sebuah specialty coffee shop dan roastery yang berada di Palembang. CCC memiliki tujuan untuk membantu petani dan produsen di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas kopi.

 

Artikel ini merupakan hasil wawancara kami dengan salah satu anggota tim dari Curators Coffee Company.

 

Three Folks x Curators Coffee Company

Apa latar belakang Curators Coffee Company menjadi coffee processor?

 

Ide CCC diawali dari sebuah masalah. Dimana banyak petani dan produsen di Indonesia yang belum memiliki akses jurnal atau studi tentang perkembangan proses pasca panen di negara yang lebih maju, seperti Colombia dan Panama.

 

Dalam proses penyediaan akses jurnal dan studi ini, timbul banyak permintaan agar kami juga dapat menyediakan SOP yang terbaik.

 

Dari banyaknya permintaan ini, tercetuslah ide untuk membekali petani dan produsen dengan simple doable actions. Dengan harapan SOP ini bisa langsung diterapkan di ladang kopi mereka untuk meningkatkan kualitas kopi.

 

Masalah yang juga ingin diselesaikan adalah miskomunikasi yang seringkali terjadi antara roasters dan produsen. Salah satu kasus yang terjadi adalah roasters meminta banyak tipe processing yang lebih variatif, namun pihak petani belum bisa melakukannya.

 

CCC juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang baik. Agar tidak terjadi kesalahpahaman antara dua pihak ini, namun terjadi interaksi yang kolaboratif dan saling membangun.

 

Three Folks x Curators Coffee Company

Bagaimana cara kalian bisa dipercaya oleh para petani dan produsen?

 

Kami mengambil langkah pendekatan dengan prinsip transparansi kepada para petani.

 

Kami sangat berhati-hati dalam menumbuhkan pemahaman bahwa kami tidak ada maksud lain selain membantu mereka, dan menaikkan kualitas kopi Indonesia.

 

Apapun yang akan kami lakukan di ladang kebun, kami jelaskan secara detail. Dari teknis, hingga dampaknya secara jangka panjang dan luas. Lewat ilmu yang kita berikan pun kami berharap mereka juga terapkan ke ladang perkebunan samping dan seterusnya.

 

Three Folks x Curators Coffee Company

Pasti banyak nih masalah dan rintangan untuk mengerjakan hal ini. Bagaimana kalian bisa tetap gigih menghadapi tantangan-tantangan tersebut?

 

Betul, masalah pasti ada. Seperti tidak cukup nya anak muda untuk menjadi penerus. Selain itu juga sarana proses seperti dome dan washing station yang kurang baik dan memadai.

 

Namun semua ini kita atasi step by step dan dengan ceria.

 

Yang sangat mendorong semangat kita pastinya sih Raymond Ali ya sebagai pencetus dan motor utama untuk Project Curators ini. Kita sangat didorong oleh semangat dan ketulusan hati beliau untuk membantu para produsen dan petani.

 

Melihat beliau, kita jadi sangat antusias dan termotivasi untuk mendukung visi beliau. Yaitu untuk meningkatkan kualitas biji kopi Indonesia tanpa membebani para petani dan produsen. Awalnya jujur kami juga agak ragu, namun melihat pak Raymond yang selalu turun tangan sendiri, serta persistensinya untuk mengedepankan petani, kami mulai mempercayai visi dan misi beliau.

 

Walaupun tergolong muda, namun ia memiliki kedewasaan dan ketulusan yang dapat menarik apresiasi dari pihak petani dan produsen.

 

Saya ingat waktu itu kami di kebun sudah sangat capek setelah meninjau lokasi dari pagi sampai malam, dan kami sudah siap siap istirahat. Namun Pak Raymond masih menjawab pertanyaan dari petani sekitar yang datang karena mau ketemu beliau.

 

Saya rasa saya belum pernah menemui orang seperti beliau, yang begitu tulus untuk membantu para petani dan produsen Indonesia.

 

Three Folks x Curators Coffee Company

Sampai sekarang, CCC sudah menjalin kerja sama di mana saja? Apakah ada kriteria khusus bagi CCC sebelum menjalin kerja sama?

 

Kami lebih condong membantu unknown coffee farms atau produsen yang baru saja mulai. Karena mereka lebih perlu banyak bantuan dari segi dana dan ilmu.

 

Selama kita merasa cocok dengan produsennya, kami akan langsung membantu. Kami tidak milih milih terroir karena memang visi dan misi kami adalah untuk menaikkan kualitas kopi dan membantu petani dan produsen di SELURUH Indonesia.

 

Walaupun kita hanya bisa meningkatkan kualitas kopi dua atau tiga poin, pasti tetap kami bantu.

 

Sekarang, Curators bekerja sama dengan 7 titik pegunungan di Indonesia. Namun baru kami publish 2, yaitu Ijen dan Semendo. Karena yang lain masih membutuhkan proses untuk ditingkatkan kualitasnya.

 

Three Folks x Curators Coffee Company

Apa rencana Curators Coffee Company di masa depan?

 

Pastinya kami terus berinovasi dan bereksperimentasi. Impian kami adalah menjadi selevel dengan Project Origin atau Ladang Kebun di South America yang melejit karena proses pasca panen nya.

 

Untuk sekarang, prioritas utama adalah membuat biji kopi Indonesia lebih baik dan lebih enak. Yang kemudian bisa merubah mindset biji kopi Indonesia di mata pemain luar negeri.

 

Terakhir, kami ingin orang Indonesia untuk bangga dan mengapresiasi kopi Indonesia. Bahwa kita telah diberkahi teroir yang sangat baik, yang kemudian kita kerjakan dengan semangat, keringat, dan air mata. Dan kami butuh support semua orang Indonesia untuk mewujudkan itu.

 

Three Folks x Curators Coffee Company

Kesimpulan

 

Kesuksesan Coffee Curators Company yang baru dimulai sejak tahun 2018, menuai banyak perhatian dari komunitas specialty coffee di Indonesia. Setelah mengenal lebih dalam tentang CCC, hal ini bukanlah suatu kebetulan atau keberuntungan.

 

CCC dibangun dengan visi yang jelas. Dan dijalankan oleh pribadi-pribadi yang kompeten dan tulus.

 

Raymond Ali tidak hanya sekedar menggunakan pengetahuannya sebagai Q Grader dan Q Processor Professional. Ia juga menggunakan hati dalam membangun tim dan menjalin relasi dengan para petani.

 

Semakin jauh membaca hasil interview ini, saya semakin bingung kenapa mereka memberikan salah satu lot eksperimental mereka ke Three Folks. Mungkin Raymond melihat potensi tersembunyi di Three Folks? Fufufu.

 

Apapun alasannya, sebuah kehormatan bagi Three Folks untuk menyajikan salah satu kopi terbaik mereka: Semendo Lot #5 Anaerobic Natural.

Berikut komentar Raymond Ali mengenai Semendo Lot #5 Anaerobic Natural:

“Yang membuat kopi Semendo menarik adalah faktor tanahnya yg subur & kaya rasa. Dengan proses fermentasi anaerob 166 jam, kami dapat meng-highlight cita rasa buah2an tropis yg mengingatkan kepada buah markisa, apricot, pear, dan cherry.”

Read More
Business Tips Dave Setiaputra Business Tips Dave Setiaputra

Super Barista

Apakah di coffee shop kamu ada Super Barista? Kalau belum, 5 poin penting di artikel ini akan membantu coffee shop kamu melahirkan Super Barista.

"Punya passion di kopi, team-player, well groomed, no drama, disiplin, pinter administrasi, jago jualan dan jalin relasi, rapi, bersih, good attitude, mau belajar."

Kamu pasti pernah lihat list ini di Instagram Coffee Shop kesayangan kamu saat mereka melakukan hiring. Three Folks juga pernah bikin hehehe.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan list di atas. Siapa yang gamau punya barista yang memiliki kesempurnaan seperti itu? Setiap coffee shop pasti mau kalau ada barista seperti ini.

Tapi saya berani jamin, dari ribuan coffee shop yang memasang iklan rekrutmen dengan kriteria-kriteria di atas, tidak ada satupun yang berhasil menemukan si barista sempurna ini. (Beri tahu saya kalau ada yang berhasil).

Minimal kalaupun ada, skornya pasti ga sempurna.

Lalu apakah kita harus menurunkan standar kita sebagai owner coffee shop? Menurut saya tidak. Dan artikel ini berisi poin-poin penting untuk memiliki sosok Super Barista di belakang coffee bar kamu.


Three Folks Barista Coffee Shop

Poin #1 Tidak Ada yang Sempurna

Mari akui bersama dulu kalau tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang lahir dengan kepribadian yang unik. Diikuti dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing. Lalu buat apa kita berusaha mencari orang yang ga ada?

Untuk lebih meyakinkan kamu, Super Barista adalah barista yang dapat melalui 5 Realita Barista dengan mudah dan konsisten sepanjang tahun.

Sampai sini mungkin kamu masih bersikukuh: “ah pasti ada deh yang sempurna dan sesuai.” Mungkin memang ada, tapi yakin kamu siap punya anggota tim seperti itu?

Kalau dibayangkan memang asyik ya. Tapi bayangin, sosok ini pasti akan kamu kasih kepercayaan lebih. Dan kemungkinan besar, brand coffee shop kamu akan terbentuk berpusat pada barista ini. Kalau tiba-tiba dia keluar? Wassalam Folks.

Ketimbang mempekerjakan sosok seperti ini, saya lebih memilih untuk mengambil jalur yang lebih panjang. Dimulai dari Poin #2.

Three Folks Barista Coffee Shop

Poin #2 Ekosistem

Coba kita kritisi lagi dari awal. Coffee shop yang kamu bangun, mau buka sampai kapan? Dan tujuannya apa? Kalau tujuan coffee shop kamu dibangun adalah sebagai bisnis utama kamu, yang mimpinya bisa kamu kembangkan sampai jadi besar, yang kamu butuhkan bukanlah Super Barista. 

Melainkan sebuah ekosistem yang dapat membina setiap orang yang penuh dengan ketidaksempurnaan menjadi sedekat mungkin levelnya dengan kriteria Super Barista. Keren kan?

Dengan memiliki ekosistem ini di coffee shop kamu, kamu tidak perlu pusing dengan kriteria panjang seperti di atas. Mungkin malah cukup 2: good attitude dan mau belajar. Sisanya kamu anggap sebagai bonus. Kalau punya bagus, dan bisa jadi pertimbangan lebih kalau peminat jadi barista di coffee shop kamu banyak banget.

Karena percuma kok punya barista jago-jago tapi ga cocok sama kultur yang mau kamu bangun.

Three Folks Culture

Poin #3 Culture Fit

Bayangkan seorang anak baik-baik yang anti merokok, tidak suka berkata kasar, dan menolak berhubungan dengan orang yang melanggar peraturan. Kemudian kamu masukkan dia ke tim yang isinya orang-orang begajulan, dan pesta Amer 2 minggu sekali.

Sejago apapun orangnya, pasti dia tidak akan betah. Dan selama dia kerja di tim itu, dia akan menciptakan suasana yang tidak nyaman. Akhirnya kerja sama tim menjadi buruk.

Bukan berarti salah menerima anak baik-baik. Pertanyaannya apakah si anak baik-baik ini memberikan value lebih ke kerja sama dan kultur tim.

Dan bukan berarti benar juga mengisi satu tim dengan orang-orang yang suka begajulan saja.

Kamu harus memiliki kejelasan tentang nilai-nilai penting yang mau kamu bangun di tim. Dan nilai-nilai ini akan menjadi kriteria yang kamu gunakan saat hiring, evaluasi, dan program self-development.

Buku The Ideal Team Player karangan Patrick Lencioni menyarankan untuk memiliki 3 nilai utama dalam sebuah perusahaan. Ini contoh nilai yang saya terapkan di Three Folks:

  • Hustle

  • Humble

  • Curious

Berarti di luar nilai-nilai etika dasar (kejujuran, integritas, sopan, dll) 3 nilai ini kami perhatikan secara khusus dalam setiap proses HR.

Kalau coffee shop kamu belum punya, saya sarankan untuk coba gali. Karena ini akan menjadi basis ekosistem yang mau kamu bentuk. Dengan memiliki Nilai, kamu sebenarnya sedang memelihara kemampuan penting dalam proses seleksi.

Three Folks Barista Coffee Shop

Poin #4 Attitude before anything else

“Aduh ada calon barista jago banget. Kalo ditanya segala hal tentang kopi khatam banget. Tapi tadi pas interview rada senga sih. Terima gak ya?”

Kalau kamu baca pertanyaan di atas, kemungkinan besar kamu pasti jawab: ya enggalah!

Tapi bisa jadi jawabannya tergantung kultur yang mau kamu bangun. Kalau memang kultur yang mau kamu bangun adalah kultur kompetitif dan intelijen, bisa jadi barista di atas adalah calon yang prospektif!

Jangan terjebak dengan pemahaman yang general. Karena setiap kultur coffee shop adalah cerminan dari pemilik coffee shop yang juga berbeda-beda. 

Prinsipnya tetap sama, prioritas attitude lebih penting dibandingkan skill, pengalaman, dan pengetahuan. Tapi coba definisikan dengan lebih detail lagi attitude yang kamu harapkan. 

Karena mengisi tim dengan orang-orang ber-attitude yang sesuai, akan mempermudah kamu untuk membangun ekosistem yang saling membangun.

Poin #5 Better Hiring, Better Training, Better Firing

Poin-poin sebelumnya bisa dibilang adalah fondasi utama untuk membangun ekosistem. Agar coffee shop kamu bisa secara berkelanjutan memproses setiap orang menjadi Super Barista.

Poin ke-5 adalah eksekusi-eksekusi yang perlu kamu lakukan untuk menciptakan ekosistemnya.

Saya rasa dari poin-poin sebelumnya kamu sudah cukup mendapatkan gambaran tentang hiring. Kemudian untuk training, pastikan kamu memiliki 3 sistem di bawah :

  1. Perkenalan tentang pengetahuan dasar akan kopi, SOP, dan kultur

  2. Evaluasi berkala berdasarkan keunikan masing-masing barista, mengacu pada nilai dan standar skill yang kamu butuhkan.

  3. Training dengan ujian dan penghargaan

Kalau 3 sistem ini diterapkan di tim yang tepat, sistem ini dapat menciptakan barista-barista jempolan. Namun tentunya harus dilengkapi dengan poin terakhir: yaitu kebijaksanaan dalam memecat.

Ini gampang-gampang susah. Karena dibutuhkan kejelasan akan alasan dan tujuan secara keseluruhan. Saat menghadapi keputusan pemecatan, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

  1. Apakah sudah ada tindakan untuk memperingatkan orang ini?

  2. Apakah ada kelalaian di sistem yang menyebabkan hal ini?

  3. Bagaimana pendapat tim saya dengan orang ini?

Mempertahankan orang yang tidak layak dapat menghancurkan seluruh tim. Tapi belajar dari Park Saeroyi , keberhasilan sebuah ekosistem mengubah orang yang tidak layak menjadi layak, akan memperkuat kultur dan tim kamu.

Namun, apabila seseorang tersebut memberikan dampak negatif dan ekosistem kamu belum siap untuk menerima dan mengubah orang tersebut, kamu harus memiliki ketegasan untuk bertindak.

Pastikan kamu tidak terjebak di 5 kemalasan ini ya. Kalau masih iya, apapun yang kamu bangun bakal percuma.

Three Folks Barista Coffee Shop

Kesimpulan

"Punya passion di kopi, team-player, well groomed, no drama, disiplin, pinter administrasi, jago jualan dan jalin relasi, rapi, bersih, good attitude, mau belajar."

Kalau dievaluasi, saya bisa bilang sekarang Three Folks hampir mencapai impian untuk punya Super Barista. Tapi terpisah dalam orang-orang yang tidak sempurna.

Ada yang jago jualan dan jalin relasi, tapi ga disiplin.

Ada yang jago administrasi, tapi ga jago kopi.

Ada yang jago kopi, tapi ga well groomed.

Ada yang team-player, tapi ga terlalu jago administrasi.

Dan menurut saya ga buruk sama sekali punya tim seperti ini. Karena jadi saling melengkapi. Setiap orang memiliki peran masing-masing sesuai kelebihannya. Tapi tetap dimotivasi satu sama lain untuk memperbaiki kekurangannya.

Yang lebih keren lagi, tim ini dapat dengan sangat baik membina orang baru menuju Super Barista. Karena semuanya terdiri dari orang-orang tidak sempurna. Mereka sama-sama menempuh berbagai tantangan untuk mengembangkan diri dan mengapresiasi satu sama lain.

Seperti quotes yang cukup terkenal di dunia entrepreneur, “we are not born as a Superman, but part of a Superteam.”

Read More
Business Tips Kuncoro Wibowo Business Tips Kuncoro Wibowo

5 Jurus Mantul Branding-an Coffee Shop yang Lekat di Hati

Menjadi brand yang utuh harus diawali dengan identitas yang autentik dan detail. Ditambah dengan core yang kuat, namun tetap fleksibel dalam eksekusi.

"Three Fox, Tiga Rubah maksudnya? Three Folks itu yang logo-nya biru trus ada cumi - cumi ya? Three Folks itu toko es krim kan?"

Dikutip langsung dari kisah nyata, pertanyaan - pertanyaan lucu yang menyayat hati ini cukup sering kami temui di bulan - bulan (oke, tahun) pertama Three Folks berjalan. Uniknya, hal ini juga yang jadi salah satu penyemangat kami dan tim untuk semakin giat membangun dan mengembangkan brand Three Folks. Semakin hari kami semakin merasakan, bahwa yang namanya branding itu jauh lebih luas dari sebatas nama, logo, dan visual semata.

Tiada gading yang tak retak, semoga sepak terjang (a.k.a perjuangan kami) mulai dari 2017 bisa berguna juga buat kamu yang ingin membuka coffee (dan ice cream) shop sendiri.

Three Folks Coffee and Ice Cream Brand

#1 - Point(s) of Difference

Kalo sekarang ini kamu kepikiran bikin / sedang running coffee shop, coba deh tanya ‘Apa yang menjadi elemen pembeda coffee shop saya? Kenapa customer harus ke coffee shop saya daripada ke coffee shop sebelah?’

Meskipun katanya ‘Nothing new under the sun’ dan iya semustahil itu rasanya bikin sesuatu yang super original, belum pernah diketemukan dimanapun; tapi kami percaya berusaha menjadi unik selalu punya value lebih tersendiri.

Awal berdiri se-simpel coffee shop yang juga punya (dan produksi) es krim sendiri; hal itu terus menjadi inti brand kami sambil terus dikembangkan. We’re aiming to be the Best in the West!

Selain produk - masih banyak lho elemen lain yang bisa kamu ulik untuk menjadi poin pembeda dari brand kamu. Mulai dari yang kasat mata seperti interior, tableware, cara plating / serving menu, sampai ke yang makin ga berwujud seperti cita rasa, playlist musik, gaya komunikasi, dll, dsb, dst, coba lanjutin sendiri...

Three Folks Coffee and Ice Cream Brand

#2 - Konsep

Three Folks didirikan atas ulah 3 manusia penuh mimpi dan BM yang punya kecintaan besar terhadap kopi dan es krim, lalu bersatu untuk bikin café bareng. Passion. Sesimpel ini awalnya. Good news, there is a market for everything. Namun, jangan lupa riset juga karena ga semua market itu bisa menjamin keberlangsungan bisnismu.Dari pemikiran ini jugalah kami coba riset kecil - kecilan, identifikasi pasar, kompetitor, dan lihat lebih jauh target market sekitar outlet kami. Konsep café seperti apa sih yang bisa relevan dan lebih punya kesempatan berkembang di Aries (outlet pertama kami) dan secara jangka panjang di industri ini? Salah satu penemuan kami saat itu adalah bahwa selain es krim buatan sendiri sebagai unique selling point dari coffee shop kami; diperlukan makanan pula (termasuk makanan berat) di cafe kami. Sesuatu yang di luar ekspertis dan bayangan kami sebelumnya.

Tak sedikit kami lihat coffee shop yang munculnya seangkatan kami tapi sekarang sudah gugur. Ide besarnya, Idealis boleh tapi perlu konsep yang realistis juga; kenali diri dan tim-mu, tentukan arah, lalu gaspol.

Three Folks Coffee and Ice Cream Brand

#3 - Pemilihan Nama

Erat dengan konsep, adalah nama. Dulu kita sempet bingung, lalu impulsif nyerempet mager mikirin nama, dan yang tercetus pertama adalah ‘I & Co’. Diambil dari kata Ice Cream dan Coffee. Untungnya sudah lebih dulu ada brand denim lokal kece Aye & Co sehingga kami mengurungkan niat tersebut.

Kami juga percaya bahwa selain sebagai media identifikasi sebuah bisnis, nama ibarat doa. Dari situ kami berembuk lagi dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan Three Folks sebagai nama brand kami. Berawal dari 3 orang dengan background berbeda yang saling melengkapi, dipersatukan oleh kecintaan akan kopi dan es krim, serta doa supaya 3 orang ini selalu akur terus sampai akhir hayat. Kenapa ga pake bahasa Indonesia ‘Tiga Saudara’ atau ‘Tiga Sekawan? Ya nanti dikira bengkel, toko material, atau sop kambing. hehe.

Terdengar simpel, dan selalu bisa jadi bahan cerita. Namun jangan lupa, pemilihan nama dengan bahasa inggris tersebut punya kelebihan dan tantangannya sendiri. Seperti yang kamu lihat di awal artikel, ada saja customer atau bahkan squad kami yang bisa juga keseleo lidahnya demi mengucapkan nama brand kami. Beberapa kata dalam bahasa inggris memang punya cara baca yang bisa cenderung mirip dan susah dicerna apabila tidak diucapkan dengan tepat. Coba deh ucapin Three Folks Folds Faux Fox Tree, tiga kali dengan cepat. Absurd.

 

Three Folks Coffee and Ice Cream Brand

#4 - Elemen Grafis

Dari mata turun ke hati, tak bisa dipungkiri bahwa visual berbicara dan memegang peranan penting bagi sebuah brand. Jujur deh kita biasanya punya kecenderungan untuk judge a book by its cover, kan? Meski demikian, saya juga percaya bahwa there’s always more than meets the eye; dan ketika cerita di dalamnya sangat kaya, ini yang jadi nilai sesungguhnya dari suatu brand. Saya coba terapkan ini ketika menciptakan identitas visual bagi Three Folks pada 2016 silam.

Pada masa ini, 3rd wave specialty coffee shop semakin berkembang di Indonesia, khususnya Jakarta. Kebanyakan dari pemain yang punya nama, menggunakan elemen warna hitam putih sebagai identitas mereka. Simple, timeless, dan coffee related. Betul. Unique...?

Dari pemikiran ini saya bertekad untuk tidak menggunakan warna hitam putih, dan juga hijau (iya karena brand kopi Siren yang terkenal itu) sebagai elemen utama brand Three Folks. Di saat yang sama, saya pribadi sangat menyukai dan terinspirasi oleh branding coffee shop Koultoura. Menurut saya, selain didukung visual yang kuat, penggunaan tokoh - tokoh binatang sebagai personifikasi karakter manusia menjadi satu pendekatan yang fresh ketimbang coffee shop lain di masa itu yang kebanyakan menggunakan logotype serta beberapa elemen terkait kopi seperti portafilter, gelas, tamper, dsb.

Saya pun memilih gurita (sekali lagi buat yang ga familiar, gurita dan cumi adalah makhluk berbeda ya. Monggo di-googling) sebagai personifikasi identitas Three Folks. Satu makhluk yang memiliki tiga jantung, dengan darah biru di dalam tubuhnya, dan kemampuan adaptasi tinggi. Layaknya Three Folks, satu entitas yang diciptakan dari persatuan 3 orang sahabat. Melengkapi doa yang terkandung dalam penamaan Three Folks itu sendiri.

Kalo kamu penasaran cerita lengkap dan portofolio grafis kami, langsung aja cek link Behance ini!

Three Folks Coffee and Ice Cream Brand

#5 - Bahasa & Cara Komunikasi

Pernah denger kalimat ‘It’s not WHAT you say, but HOW you say it.’ ? Ini penting - pake BANGET! Apalagi kalau komunikasi-nya secara langsung, action speaks louder than words.

Nah kalo bicara tentang komunikasi, bisa luaaass banget kemana - mana. Secuil yang akan saya bahas di sini, lebih ke arah bahasa dan cara komunikasi brand kamu secara verbal yang tertulis dulu, ya.

Secara brand kami namanya udah Three Folks dan mimpinya mau go international; menggunakan copywriting bahasa Inggris yang tertata sebagai media komunikasi baik di dunia maya seperti Instagram dan website, maupun dunia nyata seperti poster dan buku menu, terdengar masuk akal. Kami yakin komunikasi bahasa Inggris memudahkan kami berinteraksi dengan audiens di luar Indonesia; serta jajaran client, media, komunitas, dan market lokal yang memang punya preferensi komunikasi bahasa Inggris juga.

Terbukti juga dari satu pengalaman asik yang kami sangat bersyukur; ketika tiba - tiba dapet email dari Singapore, lalu berkesempatan melayani di Amazon Web Services Pop Up Loft Jakarta 2019. Ketika ditanya client ini tau kita dari mana, jawabnya: ‘We find you guys from the internet, and we like your brand.’ :’D

Selain itu ada pula beberapa prospek proyek yang sempat mampir dari Jepang, Sri Lanka, dan Amerika - karena mereka nemu kami di website dan Instagram, lalu mengerti pesan yang kami sampaikan dengan bahasa Inggris.

Eh tapi artikel ini, yang kamu temukan via Instagram dan website kami ditulis dalam bahasa Indonesia (yang *ehem* tidak baku tentunya). Kenapa?? Apa yang terjadi?!

3 tahun lebih membangun brand Three Folks, kami seringkali mengevaluasi bagaimana caranya untuk terus berkembang. Salah satunya adalah dengan berusaha menjadi semakin relevan dengan target market kami, sambil tetap berpegang teguh pada esensi brand kami.

Bahasa Indonesia (dengan kadar kebakuan ejaan yang kami nyaman) dirasa cocok dengan target market Three Folks dan persona kami bersama tim. Jadilah kami racik lagi resep tatanan bahasa dan mulai April 2020, kami komunikasi bilingual. Social media engagement kami meningkat, café pun semakin ramai. Literally keren, which is awesome.

Three Folks Coffee and Ice Cream Brand

KESIMPULAN

Membagikan 5 points di atas, membuat saya banyak mengingat perjalanan kami membangun brand Three Folks dari Februari 2017 (pertengahan 2016 malah kalau dari mulai bikin konsepnya). Layaknya lari marathon yang super panjang dan tiada henti, dilengkapi tongkat estafet dari kami yang harus bisa dioper suatu saat nanti.

Kami yakin konsistensi dalam membangun brand yang awet dan tahan banting memang penting; namun kemampuan adaptasi (ingat gurita) serta kelincahan untuk menjadi relevan tak kalah pentingnya. 

Selanjutnya, kamu juga bisa intip artikel dari Landor ini untuk bikin brand kamu makin lincah dan sukses kedepannya.

Read More
Business Tips Dave Setiaputra Business Tips Dave Setiaputra

8th Brew - Your Friendly Neighbour Coffee Place

Berada di Metropark Residence, coffee shop ini selalu memiliki daya tarik tersendiri. Dengan suasana yang hangat dan nyaman, mampir ke 8th Brew lebih mirip mampir ke rumah teman.

“Anak-anak kopi Jakarta Barat pasti mengenal Specialty Coffee Shop yang terletak di Apartemen Metropark Residence ini.”

8th Brew adalah salah satu coffee shop yang sering dihampiri oleh partner saya, Kuncoro, sebelum memulai Three Folks. Coffee Shop kecil dengan suasana yang nyaman dan hangat ini selalu memiliki daya tarik tersendiri. 

Karena mampir ke 8th Brew hampir bukan seperti mampir ke coffee shop, tapi lebih mirip mampir ke rumah teman.

Minggu lalu, saya berkesempatan untuk ngobrol dengan co-founders dari 8th Brew: Iman dan Yosen - 2 sahabat yang mendirikan coffee shop ini.

 

Coffee Shop Jakarta Barat

Brewing Specialty Coffee Since 2016

Ide untuk mendirikan 8th Brew tercetus saat Iman dan Yosen masih bekerja sebagai karyawan bank - lebih persisnya saat mereka sedang ngobrol di bulan Juli 2016. 

Ketertarikan untuk memulai bisnis coffee shop, berangkat dari melihat peluang di pasar specialty coffee yang luas. Saat kopi lebih umum dikenal sebagai minuman pahit, mereka ingin memperkenalkan specialty coffee melalui 8th Brew.

Setelah keliling Jakarta mencari Specialty Coffee Shop dan belajar barista skills, 8th Brew membuka pintu coffee shop -nya pada November 2016.

Coffee Shop Jakarta Barat

Why 8th Brew Coffee Shop?

 

Filisofi dari 8th Brew Coffee Shop tersirat pada logo. 

Angka 8 di tengah melambangkan kopi yang mengalir tanpa batas (infinity). Bagian bawah melambangkan coffee cup dan huruf B. Bagian atas melambangkan portafilter dan huruf C.    

Logo 8th Brew Coffee Shop secara keseluruhan menggambarkan kopi yang menetes ke cup secara terus menerus tanpa batas. Sesuai dengan harapan Iman dan Yosen yang dapat senantiasa menyajikan kopi melalui coffee shop ini.

Coffee Shop Jakarta Barat

Your Friendly Neighbour Coffee Place

“Kita memiliki visi menjadi your friendly neighbor coffee place,” kata Yosen. Mungkin toko2 lain memiliki strategi dalam metode atau SOP pelayanan terbaik untuk customer. Di 8th Brew, kami memilih mengenal tiap customer sebagai prioritas utama dalam pelayanan. 

Saya dan Iman terjun langsung untuk mengerjakan operasional dan bertemu dengan tiap customer kita. Dalam 2 tahun pertama, kita mengenal hampir semua customer dengan akrab. 

Sejak kita membuka cabang di Grogol tahun lalu, strategi ini mengalami perubahan. Kedekatan kami dengan tiap customer tetap kami jaga melalui barista-barista kepercayaan kami, sambil kami tetap melakukan komunikasi langsung dengan para pelanggan secara rutin.

Coffee Shop Jakarta Barat

Grow Alongside Customers

Dikarenakan lokasi yang berada dibawah Apartemen Metropark, banyak penduduk apartemen yang menjadi customers regular dan berkontribusi besar dalam perjalanan kami. 

Ada 1 customer regular yang banyak membantu kami dalam menu development - karena beliau juga memiliki bisnis dalam bidang F&B. Ada lagi customer yang membantu kami di bagian keuangan, sebagai pengisi waktu luangnya. Dan masih banyak lagi.

Banyak sekali customers yang secara perlahan menjalin kedekatan dengan kami hingga berkontribusi secara aktif ( dan sukarela ) dalam perjalanan bisnis 8th Brew Coffee Shop. Kami meyakini ini semua dapat terjadi karena kedekatan yang kami bangun melalui pelayanan kami.

Coffee Shop Jakarta Barat

Best Time to Visit

Jam terbaik yang kami rekomendasikan bisa di pagi hari 8-10 atau sore hari 4-6. Untuk sore hari pemandangan kita bagus karena terkadang bisa melihat sunset. Tanah yang masih lapang disekitar gedung membuat banyak angin segar, membuat outdoor area kami jadi nyaman. 

Salah satu kelebihan 8th Brew yang berlokasi di apartemen yaitu adanya kebun terbuka yang luas dan hijau, banyak tanaman - tanaman bunga sampai sayuran. 

Parkiran juga tersedia dalam jumlah banyak, jadi aman untuk customer datang jam berapapun.  Jam ramai agak sulit diprediksi, tapi kebanyakan di malam hari setelah jam kantor. 

Coffee Shop Jakarta Barat

Future Plan

Saat ini, lokasi 8th Brew Coffee Shop ada 2. Apartemen Metropark Residence di Kedoya, Jakarta Barat, dan Jl. Makaliwe no 36 Grogol, Jakarta Barat.

Sebenarnya kami ada rencana untuk ekspansi ke daerah selatan. Tapi gara-gara pandemi, kami masih menganalisa peluang dan kondisi pasar dulu.

Coffee Shop Jakarta Barat

Kesimpulan

Saat semua orang berlomba-lomba membuat coffee shop besar dengan interior menarik, melihat 8th Brew menjadi sebuah kesegaran tersendiri. Sebuah coffee shop yang berfokus menyajikan specialty coffee sambil menjalin kedekatan dengan setiap customer mereka. 

8th Brew menyajikan menu-menu espresso-based menggunakan coffee blend yang bold dengan sedikit taste notes buah-buahan - sesuai dengan selera customer regular mereka. Ditambah dengan beberapa filter coffee yang mereka rotasi dan kurasi dari berbagai specialty coffee roasters.

Di luar itu, 8th Brew juga memiliki berbagai kreasi menu seperti Kopi Susu, Hojicha, Chocolate, Chai, Avocado Coffee, dan masih banyak lagi. Menu lengkapnya dapat kamu lihat di sini.

Kalau kamu mencari kopi enak di Jakarta Barat dengan suasana hangat, punya pemandangan kebun dan angin sejuk, 8th Brew Coffee di Apartemen Metropark Residence bisa jadi opsi untuk kamu. Tim 8th Brew akan sangat senang menyambut kamu. 

Tapi kalau mau nongkrong, nunggu PSBB berakhir ya.

Read More
Origin Story Dave Setiaputra Origin Story Dave Setiaputra

Java Frinsa Lactic - Specialty Coffee Process dari Jawa Barat

Berasal dari Pangalengan, Bandung, proses fermentasi Lactic oleh Java Frinsa Estate menghasilkan kopi dengan rasa teh buah apel, red currant, dan anggur.

“Berasal dari pegunungan di Jawa Barat, kopi ini memiliki rasa seperti teh buah apel, red currant, dan anggur."

Lactic Fermentation adalah buah dari hasil kerja keras dan eksperimen dari Java Frinsa Estate, sebuah bisnis keluarga yang dikepalai oleh Wildan Mustofa sejak tahun 2011

Java Frinsa Estate beralamat di Pangalengan, Kawasan Dataran Tinggi Bandung. Salah satu kebun Java Frinsa Estate berlokasi di Desa Weninggalih, Sindangkerta. Memiliki ketinggian 1.350-1.450 mdpl dengan tanah vulkanik yang subur memberikan suhu dan nutrisi yang ideal untuk perkebunan kopi mereka.

Wildan Mustofa bersama dengan Atieq (istri), Fikri (Anak), dan seluruh timnya telah berhasil meraih berbagai penghargaan di dunia kopi seperti:

  1. Kopi Java Frinsa Estate digunakan oleh juara 1 Hungarian Barista Championship 2019.

  2. Juara ke-3 kategori Best Filter Coffee di Helsinki Coffee Festival 2018, Finlandia. 

  3. Runner-up Indonesian Portrait Country Selection Coffee di Atlanta, tahun 2016

  4. Runner up Coffee Auction S.I.A.L. Interfood di Jakarta, tahun 2015

Best Coffee from Best Practices. Dengan berpegang teguh pada moto ini, Frinsa Estate terus mengembangkan metode perkebunan kopi yang ramah lingkungan dan berkualitas tinggi.

Melalui hasil kopi dan berbagai pencapaiannya, tidak dapat dipungkiri bahwa Frinsa Estate telah berperan besar dalam mengharumkan nama Indonesia di industri kopi internasional.

Terinspirasi dari perjalanan Java Frinsa Estate dan rasa kopi yang dihasilkan, kami pun merilis Premium Arabica Series yang terbaru: Java Frinsa Lactic.

Kopi Jakarta Barat

Lactic Fermentation

Dalam proses pasca panen kopi Lactic, Wildan menggunakan kultur lactobacillus - bakteri yang diisolasi dari sistem pencernaan Luwak. Bakteri sejenis ini biasanya digunakan dalam pembuatan yogurt, keju, bir, anggur, dan produk fermentasi lainnya.

Fermentasi lactic memungkinkan pertumbuhan bakteri asam laktat dalam kondisi anaerobik (tanpa oksigen). Bakteri memakan gula yang ada di dalam mucilage (lapisan lendir kopi), menghasilkan asam laktat dengan konsentrasi tinggi.

Penggunaan bakteri lactic diketahui dapat memberikan rasa asam yang unik seperti anggur, ditambah dengan tesktur yang creamy pada minuman kopi.

Berikut merupakan langkah dalam melakukan proses Lactic Fermentation:

  1. Cuci Buah ceri kopi untuk menghilangkan kotoran dan kontaminasi mikroba dari permukaan kulit ceri kopi.

  2. Kultur lactobacillus ditambahkan ke buah ceri kopi.

  3. Masukkan ceri ke dalam kantong atau tong plastik dan difermentasi secara anaerobik.

  4. Kantong / tong diputar pada pagi dan sore hari untuk mengeluarkan gas.

  5. Wadah ditutup selama 2 atau 3 hari.

  6. Setelah fermentasi, ceri kopi dikeringkan secara perlahan di bedengan.

Sumber: https://hub.cropster.com/store/listings/7779 

More Trivia - Lactic Fermentation

Lactic Fermentation ditemukan pertama kali oleh Felipe Sardi, co-founder dari La Palma y El Tucan - produsen kopi asal Colombia.

Penelitian tentang Lactic Fermentation ditemukan untuk meningkatkan kualitas kopi varietas Castillo di Colombia. Kopi varietas Castillo adalah hasil klon Arabica yang dibuat agar tanaman kopi tahan penyakit. Meskipun hasil klon tersebut berhasil, sayangnya varietas ini memiliki rasa yang tidak enak. Dan Lactic Fermentation berhasil membuat kopi ini menjadi enak!

Sumber: https://www.collaborativecoffeesource.com/the-collaborative-blog/tag/Lactic+fermentation

Keberhasilan Lactic Fermentation digunakan oleh berbagai negara produsen kopi yang juga mengalami permasalahan yang sama. Proses inipun juga diadaptasi oleh Wildan untuk varietas kopi Andungsari dan Ateng Super - 2 varietas kopi yang diciptakan untuk melawan hama dan penyakit, namun tidak berkualitas baik.

Berkat proses ini, varietas kopi Andungsari dan Ateng Super tidak lagi hanya digunakan untuk pasar komoditi berskala besar. Namun juga dapat dinikmati sebagai kopi spesialti yang kompleks dan berkualitas tinggi.

Kopi Jakarta Barat

How to Brew - Tubruk

Di-cupping menggunakan air Frozen, kopi Java Frinsa Lactic Full Wash by Three Folks memiliki rasa apel, kismis, anggur dengan aroma teh.

Berikut merupakan resep seduh dengan metode termudah di rumah a.k.a. Tubruk.

Ini alat rumahan yang kamu butuhkan:

  1. Timbangan

  2. Hand Grinder (kalau punya)

  3. Kompor dan panci

  4. Gelas Kopi

  5. Sendok

Langkah menyeduh:

  1. Panaskan air sebanyak 150 gram hingga mendidih, diamkan 1 menit sebelum dipakai.

  2. Timbang kopi sebanyak 15 gram / sekitar 2 sendok makan.

  3. Giling dengan ukuran halus, atau kamu bisa request untuk kami giling di Three Folks.

  4. Taruh kopi ke dalam gelas kopi.

  5. Tuang air 150 gram ke atas kopi. Pastikan semua kopi tersiram dengan rata.

  6. Tunggu selama 4 menit.

  7. Buang ampas kopi yang menggenang menggunakan sendok.

  8. Nikmati dengan rasa syukur.

Catatan:

  1. Resep menggunakan rasio kopi : air, 1 : 10. Kalau terlalu bold untuk selera kamu, kamu bisa pakai rasio 1 : 12. Bisa dengan memperbanyak air atau mengurangi dosis kopi.

  2. Mendiamkan air selama 1 menit setelah mendidih akan menghasilkan air panas di suhu sekitar 90𝇈C - ideal untuk menyeduh kopi.

  3. Kopi akan jauh lebih tahan lama kalau kamu simpan dalam bentuk biji kopi. Saya sangat sarankan kamu untuk beli hand grinder kalau memang hobi minum kopi di rumah. Bisa beli di sini.

Hello Folks, buat kamu yang pingin ngopi tapi ga mau repot, cek tutorial singkat dari kami untuk menyeduh kopimu. Selamat menikmati! :)
 
Kopi Jakarta Barat

Kesimpulan

Membuat artikel ini lumayan bikin kepala pusing. Saya jadi teringat rasanya belajar ilmu kopi pertama kali. Ternyata perkembangan ilmu kopi kalau tidak diikuti secara berkala, mengejar updatenya bisa bikin kepala pusing.  

Tapi seru! Saat membaca ulang artikel ini, seperti diingatkan kembali kalau pengetahuan tentang kopi sangat luas dan dalam - dengan perkembangan yang sangat pesat.

Semoga membaca artikel ini bisa membuat kamu semakin mengapresiasi kopi dan jadi penasaran dengan Java Frinsa Lactic ya. Bagaimana cara mengapresiasinya? Bisa dimulai dengan membeli kopi ini di Three Folks :).

Kopi Java Frinsa Lactic akan kami rilis di Three Folks besok dalam rangka Hari Kopi Sedunia (tapi telat sehari). Kamu bisa beli via Tokopedia, WA Order, atau langsung ke Three Folks Pesanggrahan.

Read More
Business Tips Dave Setiaputra Business Tips Dave Setiaputra

Solusi 5 Kemalasan Operasional Pemilik Coffee Shop

Semangat mengurus operasional coffee shop biasanya hanya terjadi di awal. Kemudian akan diikuti dengan fase frustasi karena masalah tidak kunjung selesai. Yuk pelajari solusinya.

“Simpel banget bikin coffee shop. Tinggal cari tempat, beli mesin, ingredients dikit ga kaya restoran, training staff, gampang. Set up dan lancarin semua operasional dalam 1 bulan, abis itu bisa fokus ke marketing. Kalo café dah sukses dan brand udah terkenal, tinggal duplikasi deh. Ah mudah sekali ufufufu.”

 

Mudah-mudahan kamu tidak termasuk orang yang punya pemikiran polos seperti di atas ya (a.k.a. founders Three Folks). Percaya ga percaya, kami masih berkutat untuk menganalisa, mengontrol, dan meningkatkan performa operasional coffee shop kami sampai sekarang.

 

Maklum, pekerjaan yang membutuhkan detail dan ketelatenan memang di luar ekspertis kami (alasan). Butuh waktu yang cukup lama untuk keluar dari fase pemikiran "bodo amat" dan menutup sebelah mata untuk akhirnya serius menangani hal ini. Dan kalau ditelusuri penyebabnya, yaitu pemikiran seperti ini: malas, tidak menarik, saya buka coffee shop bukan untuk mengurusi hal tidak keren macam ini.

 

Jujur saja, development menu, kolaborasi, pengembangan bisnis adalah hal-hal yang menurut kami bertiga jauh lebih penting dan menarik. Kalau tamu makin ramai, brand makin terkenal, dan sales makin tinggi nanti operasional coffee shop juga akan lancar secara otomatis. Kalau misalnya boncos, nanti saja baru kita selesaikan - ini pemikiran yang benar-benar salah dan tidak masuk akal.

 

Optimalisasi operasional coffee shop adalah hal yang kelihatannya simpel, makanya suka jadi checklist yang diremehkan dan disisihkan. Tapi tidak kami sangka ternyata memperbaiki operasional coffee shop punya banyak keuntungan.

 

Perjalanan kami dalam melakukan hal susah-susah gampang ini ternyata adalah perjalanan yang membentuk tim coffee shop kami menjadi lebih cerdas, teliti, solid, dan menghasilkan berbagai keuntungan bagi brand Three Folks.

 

Tidak percaya? Yuk lihat perjalanan kami mengatasi 5 kemalasan operasional kami.

 

Coffee Shop Jakarta Barat

#1 Malas Cek SOP

 

SOP sudah dibuat, sudah ditulis dan di print dalam satu file yang rapi, sudah diajarkan ke tim barista dengan baik (rasanya). Ah selesai sudah 80% tugas operasional. Selanjutnya hanya tinggal mengontrol dan menyesuaikan.

 

Sayangnya ternyata membuat SOP pertama, mungkin hanya mencakup 20% dari tugas operasional coffee shop. Dan tidak mengetahui hal ini sempat membuat saya frustasi.

 

Seharusnya membersihkan kaca, mengecek WC secara berkala, mencuci gelas sampai bersih, mencuci lap setiap hari, menyapu lantai kalau kotor, menyiram tanaman, senyum ke setiap tamu, menjelaskan menu dengan baik, membuat produk sesuai resep, menyajikan tiap menu sesuai arahan plating adalah hal-hal mudah bukan? Tinggal baca SOP, pelajari, lakukan.

 

Dan begitu melihat hal-hal mudah ini tidak dilakukan dengan baik berulang kali, jengkel sekali rasanya. Berangkat sebagai owner coffee shop yang juga melakukan shift sebagai Barista 3 tahun lalu, dan berusaha mencontohkan setiap hari, hal ini bikin saya makin kesal.

 

Saat bisnis makin berkembang dan melepaskan diri dari tanggung jawab nge-shift sebagai barista, ini yang terlintas di otak: "Wah ternyata susah juga ngasih contoh tapi ga diikutin, malah jadi capek hati. Adanya coffee shop malah susah scale-up gara-gara terlalu sibuk di operasional. Mungkin lebih baik saya buat peraturan dengan denda saja. Harusnya beres."

 

Ternyata waw, hasilnya tidak beres juga. Malah tambah parah. Makin parahnya, sambil menutup sebelah mata, dan sesekali ngomel-ngomel, hal tersebut saya biarkan.  

 

Coffee Shop Jakarta Barat

#2 Malas Kontrol Waste

 

Coffee Shop kamu pernah punya Revenue tinggi tapi profit minus? Bisa jadi, waste adalah salah satu penyebabnya.

 

Aneh sekali, waktu menghitung HPP saya sudah pastikan HPP kopi 25%, HPP makanan 30-40% dari harga jual. Lha ini kok biaya HPP bulanan bisa sampai 50%? Sudah cek rumus, ga ada yang salah. Sudah cek harga vendor, ga ada yang naik drastis.

 

Ah ini pasti staff ada yang nyolong! Seudzon seperti ini cepat sekali muncul di otak.

 

Finance Consultant kami pernah bilang, "Coba deh kalian lebih sering tongkrongin cabang-cabang coffee shop kalian yang boncos. Buat ngecek ni bocornya dari mana. Biasanya kasus-kaya gini penyebabnya bisa lumayan teknis banget seperti kebanyakan waste, salah persepsi saat baca resep, overstock. Atau ya seperti seudzon kalian - ada maling. "

 

Hmm ide bagus, tapi pasti ada cara yang lebih efektif dibandingkan tongkrongin coffee shop lama-lama. Saya buat SOP untuk catet waste, perketat disiplin Stock Opname, saya kasih target dengan bonus untuk bisa mengurangi HPP bulanan.

 

Dan seperti solusi dari kemalasan #1, tidak beres juga.

 

Coffee Shop Jakarta Barat

#3 Malas Training

 

Suatu hari saya pernah di-serve espresso oleh barista saya yang sudah bekerja cukup lama di Three Folks. Waktu saya minum, yah oke juga, ada beberapa hal yang bisa di improve, tapi masih oke.

 

Kemudian saya coba tanya, "Bro hari ini kalibrasinya gimana? Coba bisa jelasin taste notes espresso hari ini ga?" Tidak saya sangka responnya gugup sekali seperti mau dikasih SP-1, dan dia kebingungan mau jelasin apa.

 

Padahal seingat saya, saya sudah pernah berikan training module untuk dibaca. Bahkan udah pernah kasih sesi pelatihannya juga. Dan harusnya barista antusias mempelajari ilmu kopi bukan?

 

Setelah mengetahui efek kemalasan #3 ini, saya baru bisa mulai menyadari ada pattern yang menjadi penyebab kecacatan operasional di Three Folks. Tapi karena masih di level praduga, saya pikir: "Ah masa segitunya." Maka saya belum ambil tindakan serius.

 

Saat itu saya hanya memberikan barista tersebut insights untuk hal-hal yang bisa di improve, tapi tidak saya follow up perkembangannya. 

 

Coffee Shop Jakarta Barat

#4 Malas Ngobrol sama Barista

 

Saya teringat pernah bekerja mengejar deadline di Three Folks sampai malam. Alhasil jadinya sekalian ngobrol sama tim sehabis closing.

 

Saya ga ingat waktu itu topiknya apa, tapi lewat proses "ngobrol" itu saya jadi berasa dekat sama tim. Dan salah satu dari mereka pun sempat ada yang nyeletuk,"Wah harus lebih sering nih ngobrol kaya gini. Seru banget."

 

Berangkat dari sana, saya kadang jadi mulai meluangkan waktu buat sering ngobrol. Bukan kenapa-kenapa, tapi saya merasa ada faedah atau potensi yang saya bisa gali lewat kegiatan "ngobrol" ini sebagai tim.

 

Coffee Shop Jakarta Barat

Buku Patrick Lencioni tentang 5 Dysfunction of a Team, mengungkapkan bahwa awal dari kejatuhan sebuah tim biasanya bukan karena sistem yang buruk. Hampir semua orang bisa membuat sistem yang canggih. Tapi kebanyakan gagal karena tidak adanya trust di dalam tim. Dan trust  hanya bisa dibangun lewat keterbukaan satu sama lain secara personal. Sayangnya, banyak orang melihat ini sebagai sesuatu yang "lembek" dan tidak berguna.

 

Membaca buku ini lumayan menampar, karena hal inilah yang saya lakukan pada tim coffee shop saya. Hanya berkutat di sistem dan peraturan. Saat ada masalah, yang dibenahi hanya melulu sistem dan peraturannya. Terus begitu berputar, dan tidak ada masalah yang kunjung selesai. Dan tidak terlintas di otak saya kalau sistem hanyalah pelengkap dari apa yang seharusnya menjadi esensi dalam menjalankan sebuah tim.

 

Dan terbukti, dengan semakin intens kegiatan "ngobrol" yang saya lakukan, semakin terjalin trust dalam tim, semakin tumbuh sense of belonging setiap barista yang bekerja di Three Folks.

 

Dari sini baru mulai terlihat progress dari keseluruhan operasional coffee shop. SOP dijalankan tanpa disuruh (bahkan tanpa pakai form), inisiatif-inisiatif untuk melakukan efisiensi cost mulai muncul, dan tim secara aktif berinteraksi untuk melakukan improvement dari berbagai aspek.

 

Coffee Shop Jakarta Barat

#5 Malas Evaluasi

 

Ngobrol sama barista aja malas. Boro-boro kepikiran untuk melakukan evaluasi. Tapi setelah mengetahui pentingnya "ngobrol" sama tim, saya makin yakin kalau tindakan "ngobrol" ini harus jadi core segala aktivitas operasional coffee shop.

 

Satu hal yang saya temukan: bukan berarti dengan kita udah bisa "ngobrol" sama barista, dan trust terbangun, otomatis operasional coffee shop akan berjalan dan berkembang dengan lancar. Kalau membangun trust adalah inisiator utama operasional akan dijalankan dengan baik, maka evaluasi adalah akselerator untuk mencapai operational excellence.

 

Setiap barista memiliki impian, kelemahan, kelebihan, dan keunikan masing-masing. Ada barista yang lebih kritis membersihkan area dan merawat tanaman, ada yang lebih ahli dalam administrasi, ada yang lebih ahli dalam service, ada yang lebih jago dalam membuat kopi.

 

Mengetahui hal-hal ini, berbagi insights untuk improvement secara berkala, meminta feedback kritis, dan selalu memicu kolaborasi antar tim adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan performa operasional coffee shop kamu.

 

Karena sistem yang canggih hanya bisa dieksekusi oleh Super Team. Dan Super Team inilah yang harus kamu bangun.

 

Coffee Shop Jakarta Barat

Kesimpulan

 

Memiliki tim barista yang saling membangun adalah hal terbaik yang bisa dimiliki oleh sebuah coffee shop. Karena tim ini juga akan memicu semangat kamu untuk melakukan yang terbaik. Kamu makin terpacu untuk memperbaiki berbagai format SOP, melakukan training, menciptakan sistem, melakukan kontrol dan evaluasi - karena tim barista kamu juga melakukan yang terbaik dalam melakukan tanggung jawab yang kamu berikan pada mereka.

 

Keuntungan dari optimalisasi performa operasional ini tidak hanya akan terlihat pada laporan keuangan, tapi juga dari kepuasan setiap tamu yang datang ke coffee shop kamu. Karena setiap tamu kamu di-serve oleh tim barista yang memiliki semangat dan antusiasme tinggi dalam bekerja.

 

Mungkin beberapa dari kamu yang membaca masih berpikir: "Ah kayanya ada cara yang lebih efektif dan efisien untuk optimalisasi performa operasional coffee shop gue."

 

Mungkin kamu benar, mungkin saja cara yang kami pakai bukanlah cara terbaik. Mungkin ada sistem yang lebih luar biasa lagi tapi belum mampu kami ciptakan. Dan saya mengerti tantangan untuk menyediakan emotional capacity untuk "ngobrol" dan melakukan evaluasi untuk tim barista kamu di tengah kesibukan sebagai owner coffee shop bukanlah hal yang mudah.

 

Tapi menurut kami, membangun tim berasaskan trust adalah cara yang terbaik untuk Three Folks. 

Read More