Apa itu Piccolo? | Tanya Jawab Barista Episode 5
Piccolo dalam bahasa Italia memiliki arti “kecil”. Sesuai namanya, menu kopi ini disajikan dalam gelas kecil berukuran 3 oz / 90 - 100ml.
Pernah liat menu kopi yang disajikan di gelas kecil dengan latte art? Nah itu, namanya Piccolo.
Piccolo dalam bahasa Italia memiliki arti “kecil”. Sesuai namanya, menu kopi ini disajikan dalam gelas kecil berukuran 3 oz / 90 - 100ml. Memakai one shot ristretto dengan tekstur foam susu untuk Latte.
Buat yang belum pernah mencoba, jangan meremehkan kemampuan Piccolo bikin melek. Karena justru rasa kopi di Piccolo cukup intens, dan tergantung resep masing2 coffee shop, kandungan kopinya hanya berbeda sedikit dibandingkan menu kopi seperti Cappuccino atau Latte.
Di Three Folks, kami menggunakan one shot ristretto. Berbeda dengan espresso yang perbandingan kopi dan airnya 1:2. perbandingan kopi dan air pada ristretto adalah 1:1-1.5. Ristretto mengutamakan kompleksitas flavour dan rasa asam dari kopi. Jadi saat meminum Piccolo kompleksitas rasanya lebih menonjol.
Buat kamu yang butuh ngopi tapi gamau minum terlalu banyak susu, Piccolo bisa jadi opsi menarik untuk dicoba. Sekalian kamu bisa tes kemampuan latte art barista di coffee shop tersebut. Karena membuat latte art di cangkir kecil jauh lebih sulit 😅.
Kopi Single Origin dan Perkembangannya | Tanya Jawab Barista Episode 4
Istilah Single Origin mulai populer sejak zaman Specialty Coffee / Third Wave Coffee dimulai. Yaitu masa dimana peminum kopi mulai mementingkan kualitas kopi hingga ke hulu.
Kalau pesan Manual Brew di Coffee Shop zaman sekarang, kebanyakan barista pasti akan menanyakan mau Single Origin Coffee yang mana?
Single Origin sendiri berarti menandakan bahwa kopi tersebut berasal dari satu daerah saja. Tidak ada campuran dengan kopi dari daerah lain.
Istilah ini mulai populer sejak zaman Specialty Coffee / Third Wave Coffee dimulai. Yaitu masa dimana peminum kopi mulai mementingkan kualitas kopi hingga ke hulu. Berkembang pesatnya tren ini juga menjadi pemicu bagi para pemain kopi bekerja sama dalam memperbaiki dan mengembangkan banyak hal. Berikut beberapa di antaranya:
#1 Transparansi dan Kejujuran Informasi
Dulu banyak sekali kopi yang dijual menggunakan label nama daerah. Namun belum tentu biji kopinya berasal dari daerah tersebut. Contoh: Mandheling dan Java merupakan kopi yang sangat terkenal di mancanegara. Tapi karena popularitasnya melebihi supply nya, maka penjual membeli kopi dari berbagai daerah lain dan melabeli kopi tersebut sebagai kopi Mandheling atau Java.
#2 Light Roast
Hampir semua biji kopi dulu diroast dengan karakter medium - dark roast. Dan alhasil hasilnya sulit untuk dibedakan. Kalo ga pait ya pait banget. Light to light medium roast menjadi populer karena cita rasa yang dihasilkan lebih jujur dan kompleks. Cita rasa ini juga yang menjadi penanda atau bukti bahwa setiap daerah memiliki ciri khas rasanya masing-masing.
#3 Farming dan Proses Pasca Panen
Penemuan terbesar di Third Wave Coffee menurut saya adalah pengetahuan bahwa kualitas dan cita rasa biji kopi ditentukan dari hulu. Tanah, pupuk, cara merawat, varietas kopi, kadar air di udara, suhu, ketinggian, cara panen, proses pasca panen. Semuanya menentukan kualitas dan cita rasa kopi. Berangkat dari permintaan akan kopi Single Origin yang semakin enak, para produsen kopi pun akhirnya berlomba-lomba memaksimalkan kualitas kopi dari daerahnya masing-masing. Kopi tidak lagi menjadi sekedar komoditi yang mementingkan rendahnya harga dan kapasitas produksi. Tapi menjadi seperti anggur yang dinilai kualitasnya.
Produsen kopi yang dulunya fokus mengeksploitasi kebun dan tanaman kopi. Sekarang perlahan fokus bereksperimen untuk mengembangkan kualitas.
Bahkan sekarang tidak cuma ada Single Origin. Ada juga:
Single Farm: kalau Single Origin, berasal dari 1 daerah dan berbagai kebun. Single Farm berarti hanya berasal dari 1 kebun / petani saja. Penggunaan istilah Single Farm biasanya digunakan karena petani pada sebuah kebun memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan kebun-kebun / kelompok petani lain di sekitarnya.
Single Varietals: hanya menggunakan 1 varietas kopi. Seperti Bourbon, Catimor, Catura, Pacamara, Gesha, Sidra, Typica, dll.
Micro Lot: hanya berasal dari satu bagian kebun yang dikhususkan. Biasanya digunakan petani dalam bereksperimen menggunakan metode-metode baru dalam farming dan proses pasca panennya. Atau memang dikhususkan demi mengejar kualitas tertinggi dan tidak memungkinkan untuk dilakukan secara masif.
#4 Apresiasi kepada Produsen Kopi
Berkat berkembangnya Specialty Coffee, sekarang banyak produsen dan petani yang menjadi terkenal dan kesejahteraannya meningkat. Tidak jarang juga mereka diliput dan mendapatkan dukungan baik dari pihak pemerintah maupun swasta untuk mengembangkan kopi mereka. Kalau dulu petani menjadi pekerjaan yang hampir punah, sekarang mulai bermunculan orang-orang muda yang memilih untuk mengolah produksi kopi di kebun dibandingkan berkarir di kota.
Kesimpulan
Sebagai penikmat kopi di zaman sekarang, kamu bisa dengan mudah menikmati kopi-kopi Single Origin berkualitas tinggi di Coffee Shop terdekat. Kamu juga bisa lebih mudah menentukan kopi favorit kamu berdasarkan daerahnya. Dan dengan kamu menikmati kopi tersebut, kamu juga berkontribusi terhadap kesejahteraan para produsen kopi.
Di Three Folks, kami selalu bekerja sama dengan produsen-produsen kopi dari berbagai daerah untuk menawarkan kopi-kopi enak nan unik. Jangan lupa untuk mampir dan cicip-cicip ya!
Menyeduh Kopi Full Washed Berkualitas Tinggi dari Papua - Papua Jungle Jiggle | Coffee Brewing Recipe
Papua Jungle Jiggle (Papua Maksum) diproses oleh bapak Bram Martin, salah seorang prosesor yang berdedikasi tinggi untuk memperkenalkan kopi dari Bumi Papua.
Papua Jungle Jiggle (Papua Maksum) diproses oleh bapak Bram Martin, salah seorang prosesor yang berdedikasi tinggi untuk memperkenalkan kopi dari Bumi Papua. Kopi varietas Typica ini ditanam di ketinggian 1750-1850 mdpl dan diproses dengan metode full washed. Kopi ini sudah 2 kali berpartisipasi dalam Cup of excellence Indonesia dan sempat lolos di putaran national COE 2022.
Species: Arabica
Origin: Desa Maksum, Pegunungan Bintang, Papua
Variety: Typica
Process: Full Washed
Altitude: 1750-1850 masl
Netto: 200 gram
Roast Profile: Filter
Taste Notes: Jasmine, Raspberry, Orange, Plum
Resep Menyeduh:
Dose : 15 gr
Suhu : 94°C
Grindsize : Medium
Mineral Water: 225ml
Langkah Menyeduh:
1st Pour (blooming): 50ml - 40 detik
2nd Pour: 100ml (santuy pour, searah jarum jam), biarkan hingga kering atau sampai 1 menit 30 detik
3rd Pour: 75ml (another santuy pour, searah jarum jam), biarkan hingga kering sepenuhnya
Total waktu seduh: 2 menit 20 detik
Saya sarankan kamu menggunakan air mineral dengan kadar mineral yang sedang, seperti Nestle. Kalau kamu menggunakan Aqua kamu bisa kurangi ekstrasinya. Bisa dengan mengurangi suhu / grind size yang lebih besar.
Joget-joget tipis sambil memainkan lagu santuy dari Folks’ Vibes juga sangat disarankan untuk meningkatkan experience kamu menyeduh dan menikmati Papua Jungle Jiggle! 😎💃🎶☕
Apa Arti "oz" di Menu Kopi? | Tanya Jawab Barista Episode 3
Kenapa di Three Folks kalau mau pesan menu kopi susu panas, yang tertera adalah menu 3 oz White, 5 oz White, dan 7 oz White? Maksudnya oz itu apa sih?
Kenapa di Three Folks kalau mau pesan menu kopi susu panas, yang tertera adalah menu 3 oz White, 5 oz White, dan 7 oz White? Maksudnya oz itu apa sih?
Ini adalah pertanyaan yang sering banget ditanyakan oleh tamu Three Folks, dari awal buka sampai sekarang. Karena memang satuan ini tidak lumrah digunakan di Indonesia.
Satuan oz ini biasanya digunakan untuk mengukur volume di US. Entah kenapa US lebih suka menggunakan satuan yang tidak lazim. Seperti halnya untuk mengukur panjang, mereka menggunakan satuan ft / feet (kaki).
Oz atau oz. fl. adalah singkatan dari fluid ounce. 1 fluid ounce sama dengan 29.57353 ml atau gampangnya 30 ml. Berarti:
3 oz = 90ml
5 oz = 150ml
7 oz = 210ml
dan seterusnya
Satuan oz sebagai pembeda ini cukup memudahkan juga untuk mengkategorikan volume tiap menu kopi susu. Seperti halnya 3 oz untuk Piccolo, 5 oz untuk Flat White / Cappuccino, 7 oz untuk Café Latte. Menurut saya jadi lebih mudah diingat dibandingkan menggunakan satuan ml.
Fungsi lainnya, seperti yang saya sempat singgung di Episode 1: untuk melepaskan menu kopi susu dari pemahaman menu minuman kopi klasik (Piccolo, Cappuccino, Latte, Cortado, Flat White, etc). Ada yang menganggap Cappucino itu harusnya menggunakan bubuk coklat dan cinnamon. Ada yang menganggap Flat White harusnya tidak menggunakan foam susu sama sekali. Piccolo harusnya menggunakan double shot Ristretto. Ribet sekali! Dan informasi tentang apa dan bagaimana yang seharusnya, juga simpang siur.
Sedangkan yang kita temukan, setiap menu kopi susu jadi terlalu sempit kalau dibatasi dengan keharusan-keharusan seperti itu. Menggunakan nama menu klasik, juga tanpa disadari jadi membatasi tamu dan barista untuk melakukan eksplorasi. Maka dari itu, kita memutuskan untuk menggunakan 3 oz White, 5 oz White, dan 7 oz White.
Meskipun ternyata pemahaman peminum kopi di Indonesia secara general tentang Piccolo, Cappuccino, dan Latte juga tidak terlalu mendalam. Jadi saat mereka menemukan Cappuccino, misalnya, ukuran cup dan resep dasarnya berbeda-beda, juga tidak ada yang begitu mempermasalahkan. Seperti Iced Lychee Tea saja. Di restoran A lecinya 2, di restoran B lecinya 3. Ya tidak apa-apa. Tapi di Three Folks sudah kepalang tanggung dan (menurut kita) lebih keren. Jadi yasudahlah tetap kita pakai sampai sekarang nama menunya. Mungkin beberapa coffee shop lokal yang menggunakan penamaan menu seperti kita juga kurang lebih memiliki alasan yang sama. 😁
Semoga cukup menjelaskan ya, Folks!
4 Aspek Utama dalam Menyeduh Kopi | Tanya Jawab Barista Episode 2
Baik penyeduh kopi profesional maupun rumahan, dengan alat profesional ataupun yang sangat sederhana - dalam menyeduh kopi enak, 4 aspek yang saya jabarkan di artikel ini wajib kamu ketahui.
Baik penyeduh kopi profesional maupun rumahan, dengan alat profesional ataupun yang sangat sederhana - dalam menyeduh kopi enak, 4 aspek yang saya jabarkan di artikel ini wajib kamu ketahui.
#1 Suhu air
Saat menyeduh, yang sebenarnya kita lakukan adalah mengekstrak komponen dalam kopi dengan menggunakan energi kinetik. Berhubung media yang digunakan adalah air mineral. Berarti air mineral yang digunakan harus memiliki suhu yang cukup panas.
Kalau kamu punya automatic water kettle, kamu bisa coba set suhu air di antara 90 - 95℃. Kalau ngga punya, kamu bisa panasin air sampai mendidih (100℃), kemudian kamu diamkan selama 1 menit. Biasanya suhu air akan berada di 90-92℃.
#2 Ukuran giling
Kopi dengan ukuran giling makin kecil, makin mudah untuk diekstrak. Berarti kalau kamu mau minum kopi dengan intensitas rasa yang lebih santai, kamu bisa giling kopi dengan ukuran medium atau dengan ukuran partikel seperti pasir. Ukuran ini biasanya digunakan untuk metode seduh v60.
Kalau kamu mau kopi yang pekat, kamu bisa coba ukuran giling yang sangat kecil (fine). Biasanya ukuran ini digunakan untuk espresso atau dengan alat mokapot.
Kalau kamu suka dengan metode tubruk, bisa coba pakai ukuran giling yang medium atau bahkan kasar (coarse).
#3 Rasio kopi dan air
Ini beberapa rasio standar yang bisa jadi pegangan kamu:
v60 = 1:15
tubruk / french press = 1:8 - 1:12
mokapot = 1:5 - 1:8
espresso = 1:1.5 - 1:2
Dalam menetapkan rasio, yang perlu kamu pertimbangkan selain intensitas rasa, yang terutama perlu kamu pertimbangkan adalah bagaimana air berinteraksi dengan kopi. Ini tergantung kategori alat yang kamu gunakan. Pada v60 (pourover) misalnya, air melewati kopi dengan cepat. Berarti untuk melakukan ekstraksi dengan optimal, kamu butuh volume air yang cukup banyak.
Dibandingkan dengan metode tubruk, dimana kamu merendam biji kopi dalam air panas selama beberapa menit, kamu tidak butuh air sebanyak itu.
#4 Waktu seduh
Berapa banyak partikel kopi yang terekstrak, juga tergantung dari seberapa lama biji kopi mengalami kontak dengan air. Berarti semakin lama kamu nyeduh, kopi akan semakin terekstrak. v60 biasanya butuh waktu 2,5 menit. Kalau tubruk biasanya sekitar 4 menit.
Kesimpulan
Pada intinya, fungsi 4 aspek di atas adalah mengatur ekstraksi. Suhu air makin tinggi, ekstraksi makin tinggi. Waktu seduh, makin lama esktraksi makin tinggi. Dan sebaliknya.
Perlu diingat, ekstraksi yang berlebihan bisa bikin kopi kamu pahit. Esktraksi yang kurang, bisa bikin kopi kamu asin. Jadi harus pas.
Selain dari 4 aspek di atas, sebenarnya masih banyak lagi hal yang perlu kamu perhatikan untuk membuat resep seduh kopi yang lebih optimal. Kalau kamu sudah beli kopi mahal dan ragu2 mau mulai dari mana, bisa coba-coba dari tips di artikel ini. Lalu mulai kulik dari hasil tiap seduhan. Atau bisa juga ngobrol-ngobrol sama barista kami di cabang terdekat :)
Selamat bereksperimen, folks!
Apa Perbedaan Cappuccino dan Café Latte? | Tanya Jawab Barista Episode 1
Apa sih bedanya Cappuccino dan Café Latte? 2 minuman kopi klasik dari Itali ini secara sekilas kelihatannya mirip-mirip, tapi cita rasanya berbeda.
Apa sih bedanya Cappuccino dan Café Latte? 2 minuman kopi klasik dari Itali ini secara sekilas kelihatannya mirip-mirip, tapi cita rasanya berbeda.
Waktu awal-awal minum kopi, saya pun juga bingung perbedaannya ada dimana. Karena kesamaannya cukup banyak: sama-sama menggunakan single shot espresso, dan sama-sama menuangkan susu panas hasil steam, dan ada latte artnya.
Tapi setelah beberapa kali minum dan pelajarin resepnya, ternyata memang ada perbedaan yang cukup signifikan antara 2 menu ini.
Yang pertama, dari ukuran cangkir dan volume susu. Cangkir Latte lebih besar dibandingkan dengan cangkir cappuccino. Ini karena Latte - yang artinya susu dalam bahasa Itali - menggunakan susu yang lebih banyak.
Yang kedua dari foam susunya. Pada resep tradisionalnya, Cappuccino menggunakan foam susu yang sangat amat tebal. Dan biasanya tanpa latte art, karena foam susu yang sangat tebal tidak memungkinkan untuk membuat latte art. Di cangkir Cappuccino tradisional, sebelum diminum, kamu hanya bisa melihat bongkahan foam tebal.
Pada perkembangannya, Cappuccino disajikan dengan foam susu yang lebih tipis (namun tetap lebih tebal dibandingkan Latte) dan dilengkapi dengan Latte Art. Cappuccino hari ini terbagi menjadi 2 tipe: yaitu Cappuccino tradisional dengan foam tebal yang lebih sering disebut Dry Cappuccino dan Cappuccino dengan foam yang lebih tipis, yang disebut Wet Cappuccino. Wet Cappuccino saat ini hanya disebut Cappuccino saja, karena popularitasnya melebihi Dry Cappuccino, dan jauh lebih dikenal oleh masyarakat peminum kopi masa kini.
Yang ketiga, dari cita rasanya. Café Latte memiliki rasa yang lebih smooth dan milky. Rasa dan intensitas kopi tidak terlalu dominan, namun aroma kopi tetap terasa dengan nyaman saat diminum. Harmoni antara tekstur susu dan espresso menciptakan minuman kopi yang halus. Menurut saya, Café Latte sangat enak diminum sambil santai.
Cappuccino memiliki rasio intensitas yang seimbang antara kopi dan susu. Rasa kopi cukup jelas dan terasa, namun diperlembut oleh tekstur dan rasa manis dari susu. Secara mouthfeelI, Cappuccino memiliki tekstur lebih tebal dan syrupy. Pada beberapa kopi, kamu bisa menemukan tekstur seperti butter / selai / hot chocolate - yang membuat minum cappuccino seperti meminum campuran kopi, susu, dan biskuit coklat.
Demikian perbandingan sederhana Cappuccino dan Café Latte. Pada kenyataannya, variasi resep Cappuccino dan Café Latte di setiap toko bisa berbeda. Ada yang menggunakan 2 shot Espresso pada resep dasar Cappucino, ada yang memberikan foam susu cukup tebal pada Café Latte, ada yang menggunakan ristretto, dan lain-lain. Dan hal tersebut sah-sah saja untuk dilakukan.
Seperti halnya di Three Folks. Kami tidak lagi menggunakan penamaan Cappuccino dan Café Latte. Karena kami tidak mau terpaku pada pengertian dari menu tradisionalnya. Kami menggunakan penamaan 5oz White untuk mewakili minuman yang menggunakan rasio Cappuccino, dan 7oz White untuk rasio Café Latte. Jadi kami hanya berfokus pada rasio espresso dan susunya saja. Dan tamu bebas untuk request ketebalan foam susunya.
Semoga penjabaran singkat di atas bisa membantu kamu memilih lebih baik saat mau ngopi dimanapun ya. Sampai jumpa di Tanya Jawab Barista selanjutnya, folks!
Coffee Dessert Recipe | Espresso Panna Cotta, Hidangan Penutup dari Kopi yang Lembut dan Bikin Semangat
Lembut, bikin semangat, dan asik untuk dimakan. Menikmati Espresso Panna Cotta setelah bekerja seharian, rasanya seperti dipeluk dan disemangati sama pacar untuk bisa gaspol beresin kerjaan lagi sampai malam.
Espresso Panna Cotta adalah dessert penyemangat yang pas untuk pasangan kamu yang kerjanya banting tulang sampai malam.
Tekstur Panna Cotta yang lembut, ditambah cita rasa kopi yang bikin semangat. Dilengkapi dengan Cinnamon Hazelnut Brittle yang crunchy dan asik untuk dimakan.
Menikmati Espresso Panna Cotta setelah bekerja seharian, rasanya seperti dipeluk dan disemangati sama pacar untuk bisa gaspol beresin kerjaan lagi sampai malam.
Yuk coba bikin, Folks!
Resep Espresso Panna Cotta
*Resep untuk 2 porsi
#1 Panna Cotta:
Tuang 400 ml Cream, 75 ml Fresh Milk, 100 gr Castor Sugar, 50 ml Encore! 50 Espresso ke dalam panci,
Aduk dan panaskan menggunakan api kecil hingga mendidih,
Matikan api, campur 3 lembar Gelatine Leaves, aduk hingga larut,
Biarkan beberapa saat hingga tidak terlalu panas,
Tuang ke gelas cetak (sesuai dengan ukuran Panna Cotta yang kamu mau),
Dinginkan di dalam kulkas selama 2 jam.
#2 Cinnamon Hazelnuts Brittle:
Tuang 200 gr Castor Sugar,
Panaskan gula dengan api kecil dan goyangkan panci dengan gerakan memutar secara perlahan hingga menjadi saus karamel,
Tuang 50 gr kacang Hazelnut dan Bubuk Cinnamon secukupnya,
Aduk hingga tekstur menjadi lengket,
Tumpahkan ke atas kertas roti,
Biarkan hingga dingin dan mengeras.
#3 Espresso Panna Cotta:
Keluarkan Panna Cotta yang sudah menjadi padat dari kulkas,
Cairkan sebentar dengan menaruh gelas cetak di atas air hangat,
Tuang Panna Cotta ke atas piring (lihat video),
Patahkan Cinnamon Hazelnuts Brittle secukupnya dan taruh di samping Panna Cotta.
Hampir semua bahan untuk membuat Espresso Panna Cotta bisa kamu dapetin di minimarket terdekat. Kecuali hazelnut, kamu bisa cari di e-commerce atau high-end supermarket seperti Ranch Market. Kebetulan dekat Three Folks ada Ranch Market. Jadi bisa juga kamu mampir ke sana setelah ambil Encore! 50 dari Three Folks.
Kalau mager, kamu juga bisa kirim Encore! 50 dari sini. Atau beli langsung espresso nya via ojol.
Nah, sekarang kalau pacar atau pasangan kamu lagi cape tapi butuh semangat udah tau kan harus bikin apa. Selamat mencoba, Folks!
Home Café Recipe | Minty Mocha, Mocktail Kopi dan Coklat yang Nyaman dan Memikat Hati di Kala Hujan
Minty Mocha, dibuat dengan mencampurkan Cold Brewed Kraken Coffee Blend, chocolate, peppermint, dan sedikit susu. Minuman yang memikat hati ini dijamin bikin kamu makin betah dan nyaman untuk nyantai di rumah saat lagi hujan.
Minty Mocha, dibuat dengan mencampurkan Cold Brewed Kraken Coffee Blend, chocolate, peppermint, dan sedikit susu. Minuman yang memikat hati ini dijamin bikin kamu makin betah dan nyaman untuk nyantai di rumah saat lagi hujan.
Kalau mocha pada umumnya rasanya bold dan creamy, Minty Mocha ini rasanya lebih lembut dan refreshing. Kami di Three Folks suka banget, karena kamu bisa merasakan rasa jeruk dan hazelnut dari Cold Brewed Kraken Blend berpadu dengan harmonis dengan rasa coklat dan peppermint.
Yuk coba bikin, folks!
Resep Minty Mocha
Bahan:
100 gr Cold Brewed Coffee menggunakan Kraken Blend
20 gr Chocolate Ganache
20 gr Dried Peppermint Syrup
10 gr Simple Syrup
20 gr Fresh Milk
Es Batu
Daun Mint
Resep Bahan:
#1 Cold Brewed Kraken Coffee Blend 1 L
Rendam 120 gr Kraken Coffee Blend dengan 1200 gr air mineral di dalam kulkas selama 12 jam
Saring bubuk kopi
Kamu bisa cek di sini untuk nonton dan baca cara bikinnya.
#2 Chocolate Ganache 20 gr
Tuang 8 gr air panas ke 12 gr coklat bubuk Del Moro
Aduk hingga bubuk larut
#3 Dried Peppermint Syrup 600 gr
Campur 2 gr Singabera pure peppermint, 120 gr gula pasir, dan 500 gr air panas
Aduk hingga gula larut sepenuhnya
Rendam selama 5 menit
Saring dried peppermint
#4 Simple Syrup
Campurkan 1 : 1 gula dengan air
Minty Mocha:
Siapkan gelas yang sudah diisi es batu.
Tuang 20 gr Dried Peppermint Syrup, 10 gr Simple Syrup, 20 gr Chocolate Ganache, 20 gr Fresh Milk, dan 100 gr Cold Brewed Kraken Coffee Blend ke dalam shaker.
Shake dengan semangat!
Tuang ke dalam gelas
Hias dengan daun mint
Minty Mocha bukan cuma enak. Bagusnya lagi semua bahan pre-made Minty Mocha ( Cold Brewed Coffee, Chocolate Ganache, Dried Peppermint Syrup, Simple Syrup ) tahan lama, kalau disimpan di dalam kulkas. Jadi kamu bisa siap2in bahannya sekali untuk dibuat jadi Minty Mocha kapanpun kamu mau.
5 Alasan Kopi Cold Brew adalah Metode Seduh Rumahan Terbaik untuk Anak Kopi Generasi Rebahan
Buat orang pemalas dan pengen apa-apa serba sat set sat set kaya saya, metode seduh kopi cold brew adalah salah satu penemuan terbaik. Dan kepraktisan, cuma satu dari sekian banyak kelebihan yang luar biasa dari metode seduh ini.
Buat orang pemalas dan pengen apa-apa serba sat set sat set kaya saya, metode seduh kopi Cold Brew adalah salah satu penemuan terbaik. Dan kepraktisan, cuma satu dari sekian banyak kelebihan yang luar biasa dari metode seduh ini.
#1 Cuma Perlu Alat Rumahan
Pertama, Jug plastik.
Atau wadah apapun yang kamu punya di rumah. Cold Brew Coffee sama sekali ga butuh wadah khusus. Tapi asal bisa ditutup ya, biar lebih tahan lama dan aromanya ga nyampur sama bahan2 lain yang kamu simpen dalam kulkas.
Kedua, Saringan
Ga mungkin kamu ga punya saringan tepung di rumah. Tau kan saringan warna warni? Ada yang hijau, merah, biru, kuning. Kalau ga punya, kamu bisa beli di pasar / minimarket / toped, harganya ga sampai 10 ribu.
Ketiga, Timbangan.
Timbangan digital sekarang gampang banget dibeli dengan harga yang murah. Untuk timbangan digital harga termurah dan kualitas yang cukup baik, biasanya kami beli yang ini.
Tapi kalo gamau beli gpp selama ada timbangan tepung di rumah.
Kalau kamu punya ketiga alat ini, berarti kamu udah bisa bikin kopi cold brew.
#2 Resepnya Super Gampang
Gimana ga gampang? 99% dari kegiatan metode seduh kopi cold brew adalah tidur. Ga percaya? Sini saya buktikan lewat resep kopi cold brew 1 Liter.
Step 1: Timbang dan Tuang Kopi
Giling biji kopi medium fine grind size seperti untuk metode seduh tubruk
Kalau kamu ga punya coffee grinder di rumah, kamu bisa minta kami gilingin di Three Folks.
Tuang biji kopi sebanyak 125 gram ke dalam jug atau wadah yang kamu pakai
Step 2: Timbang dan Tuang Air
Timbang air mineral sebanyak 1.250 gram. Kalau timbangan kamu kurang mumpuni untuk menimbang air sebanyak ini, bisa pakai gelas ukur juga. 1 gram air = 1 ml air, jadi kamu bisa isi gelas ukur dengan 1.250 ml air.
Tuang ke dalam jug.
Step 3: Masukkan jug ke dalam kulkas
Pastikan jug ada di dalam kondisi tertutup sebelum kamu masukkan ke kulkas.
Tinggal tidur selama 12 jam.
Step 4: Saring
Saring kopi yang sudah kamu diamkan di dalam kulkas dengan saringan yang kamu punya.
Saran saya pakai saringan tepung ya. Karena ukuran saringannya sangat kecil dan bisa cukup menahan bubuk kopi tanpa terlalu banyak yang tembus. Kalau yang stainless dan terlihat lebih bagus malah biasanya ukuran lubangnya lebih besar.
Selesai deh! Kopi Cold Brew siap kamu nikmati kapanpun kamu butuh kopi.
Dan sesuai yang saya bilang di atas, 99% dari kegiatan seduh adalah tidur. Karena seluruh kegiatan selain tidur mungkin hanya memakan waktu maksimal 5 menit sudah termasuk cuci-cuci. Sisanya tidur, 12 jam.
Ya kecuali kamu bikinnya pagi, terus kamu tinggal kerja.
#3 Enak dan Seru Buat Diulik
Step di atas rasanya masih terlalu melelahkan buat kamu? Pada awalnya saya juga gitu kok hehe. Tapi ini part yang bikin saya selalu bisa mau bela-belain bikin kopi cold brew.
Buat para pecinta kopi cold brew pasti tau nih, kalau kopi Cold Brew itu punya cita rasa yang gabisa tergantikan. Apalagi kalau udah nemu resep kopi cold brew favorit. Rasanya ada kesenangan sendiri untuk bikin, minum, dan ngulik kopi cold brew.
Variasi untuk ngulik kopi cold brew banyak banget. Dibuat jadi ekstrak sebagai pengganti espresso untuk dicampur susu, coba rendam selama 18 jam biar rasa kopi jadi lebih strong dan fruity, dikombinasikan dengan berbagai bahan lain untuk bikin coffee mocktail. Seneng aja rasanya kalau lagi suntuk setelah pulang kerja atau pengen minum yang beda, lalu ada stok kopi cold brew di kulkas untuk langsung diminum atau di otak atik.
Barista-barista di Three Folks juga suka ngulik Cold Brew dan hasilnya bener-bener enak dan menarik! Ini salah satu contohnya: Guavee.
#4 Murah
Gausah takut bikin dompet bolong untuk bikin Cold Brew di rumah. Ini malah bisa jadi solusi yang lebih hemat buat kamu kalo ga sempet ke Three Folks dan beli minuman-minuman lain di luar sana.
Saya jabarin ya biayanya:
125 gr Biji kopi Three Folks = 75k
1.250 gr Air Mineral = 1k
± biaya total = 76k untuk 1 Liter kopi cold brew
biaya per gelas (150 gr) = 15k
Murah kan? Biaya di atas itu kalau kamu beli biji kopi Three Folks tier 2 ya. Harganya 120k per 200 gr. Kamu bisa cek di sini, ada juga tier 1 atau espresso blend 250gr yang harganya lebih murah lagi.
#5 Tahan Lama
Simpan di kulkas di dalam wadah tertutup. Jangan diminum langsung dari wadahnya. Selama 2 hal ini kamu ikutin, kopi cold brew kamu bisa bertahan selama 7-14 hari! Sebenernya amannya habisin sebelum 7 hari. Karena biasanya, sisa-sisa sedimen dari kopi yang lewat dari saringan dan berfermentasi, akan mulai menunjukkan hasilnya di hari ke-8. Efeknya minor dan berbeda-beda untuk tiap kopi. Ada yang menghasilkan rasa buah baru, ada yang bikin kopinya tambah manis, tapi ada juga yang malah bikin ada rasa yang ngeganggu.
Lewat dari hari ke-14, kebanyakan mulai aneh. Jadi saya ga terlalu saranin diminum kalau udah lewat 14 hari.
Ada ide juga kalau kamu tipe peminum kopi yang santai banget, kamu bisa bikin kopi cold brew dengan resep ekstrak. Perbandingan kopi dan air = 1 :5. Terus hasil kopi cold brewnya kamu buat jadi es batu. Begitu kamu mau minum, kamu tinggal campur air atau susu kemudian diblender. Kopi cold brew yang dibekuin, bisa tahan sampai 3 bulan.
Kalau lebih dari 3 bulan? Engga tau. Belum pernah nyoba haha. Boleh kamu cobain dan kasih tau gimana hasilnya ke saya. Harusnya sih gapapa ya, soalnya kan beku.
Untuk resep manual brew lainnya 👇
Manual Brew Beans
Seasonal and delicious light or medium roasted coffee - highlighting the flavour and complexity of each origin.
Origin Experience | Ujian untuk Barista Senior di Three Folks
Dalam Origin Experience, barista senior di Three Folks harus melakukan presentasi mengenai kopi yang mereka pilih sambil menyeduh di depan para juri. Hasilnya? Lumayannnn lucu dan bikin bangga.
Minggu lalu, saya kasih tantangan buat barista-barista senior Three Folks untuk melakukan coffee brewing presentation, yang kalau di Three Folks kami sebut Origin Experience.
Simpelnya, tiap barista harus pilih salah satu kopi manual brew yang ada di Three Folks, kemudian mereka presentasikan sambil menyeduh di depan para juri. Jurinya biasanya saya, Jhon (HRM + Learning & Development), Rizky (Floor Manager), dan 2 partner saya kalau kebetulan bisa nyempetin mampir.
Dalam persiapan ujian ini, para barista wajib mempelajari segala hal yang berkaitan dengan kopi yang mereka pilih. Mulai dari sejarah, siapa petani kopinya, berasal dari kelompok koperasi mana, varietas, ketinggian tanam, proses pasca panen, hingga profile roasting.
Kemudian mereka juga harus ngulik untuk menemukan metode seduh yang dapat menonjolkan keunikan kopi pilihan mereka secara maksimal.
Semua informasi yang mereka dapatkan harus dikumpulkan dan kemudian mereka rangkai ke dalam naskah. Dan naskah inilah yang nanti harus mereka presentasikan saat melakukan performance Origin Experience.
Ujian ini bagus banget buat maksa barista-barista senior belajar lagi soal kopi dengan lebih mendalam + ngikutin update-update yang ada. Biar ga keasikan kerja di bar, terus jadi lupa ngasah ilmu.
Origin Experience w/ Febry | Solok Orange Tea
Origin Experience w/ Ira | Puntang Tropical Bomb
Origin Experience w/ Adit | Flores Tropic Tea
Terus, karena di Three Folks lagi belajar bikin konten video, saya pikir sekalian aja dijadiin program Instagram LIVE. Kamu bisa nonton performance mereka di IGTV dengan klik tombol di atas ya.
Hasilnya? Lumayaaaannnnn…. lucu sih. Haha. Febri salah resep seduh. Dan karena kita ga kepikiran nyiapin clip-on mic, jadi Febri teriak2 biar suaranya masuk (padahal tanpa teriak juga suaranya masuk, cuma agak kecil aja). Ira lupa 70% dari naskahnya, Adit presentasi kaya guru TK. Ternyata dengan bikin acaranya jadi LIVE Instagram lumayan menambah kadar ketegangan mereka.
Banyak banget yang bisa diperbaiki. Tapi overall saya seneng dan lumayan bangga sama mereka. Soalnya saya tau gimana perkembangan mereka dari pertama masuk Three Folks. Dari yang ga ngerti apa-apa soal kopi, kalo ditinggal ngeshift sendirian bikin jantungan, sering bikin salah, dll. Dan sekarang mereka udah bisa sejauh ini, bahkan bisa jadi mentor untuk junior-junior barista di Three Folks.
Percayalah, kalau engga direkam live, performance mereka lebih baik lagi dari ini. Ini hasil rekaman remedial Febry kalau ga percaya 👇
Remedial Origin Experience w/ Febry | Solok Orange Tea
Coffee Brewing Recipe | Menghasilkan Kopi yang Menenangkan Seperti Teh dengan Alat Seduh v60- Aricha Lavender Peach
Pernah baca taste notes biji kopi yang menuliskan tea-like? Resep seduh ini dibuat untuk menonjolkan sensasi rasa teh yang menenangkan dan menyenangkan pada kopi-kopi sejenis.
Pernah baca taste notes biji kopi yang menuliskan tea-like? Resep seduh ini dibuat untuk menonjolkan sensasi rasa teh yang menenangkan dan menyenangkan pada kopi-kopi sejenis.
Resep ini kami gunakan juga untuk menyeduh Aricha Lavender Peach. Varian dari biji kopi impor / non lokal yang dirilis oleh Three Folks baru-baru ini, setelah sekian lama hanya merilis kopi lokal.
Aricha Lavender Peach merupakan kopi yang berasal dari Ethiopia Selatan. Sebuah kopi dengan varietas heirloom / varietas nenek moyang kopi yang berhasil dilestarikan hingga hari ini. Diproses dengan metode natural, kopi ini memilki cita rasa klasik Ethiopia.
Seperti kopi-kopi enak Ethiopia pada umumnya, kamu bisa mencium aroma bunga dan merasakan rasa buah dalam kopi ini dengan sangat jelas. Kami sendiri merasakan bunga lavender dan peach saat mencicipinya.
Aricha Lavender Peach yang diseduh menggunakan metode ini, merupakan sebuah kopi yang ringan, aromatik, manis, dengan tekstur yang lembut. Saat meneguknya, kamu bisa merasakan aroma black tea sebagai aftertaste.
Meminum Aricha Lavender Peach paling pas dinikmati di sore hari, setelah bekerja seharian. Atau sebagai kopi yang menemani saat bersantai di malam hari, Yuk ikutin resepnya!
RESEP V60 RIZKY UNTUK KOPI ARICHA LAVENDER PEACH
Bahan:
15 gram biji kopi Aricha Lavender Peach
Ukuran giling = medium
225 gram air mineral dengan suhu 93℃
Metode Seduh:
Siapkan peralatan v60, paper filter v60, coffee server, dan timbangan.
Bilas v60 dan paper filter v60 dengan air panas agar suhu kopi selama proses seduh lebih stabil.
Tuang biji kopi yang sudah digiling ke dalam v60.
Tuang 30 gram air dan diamkan selama 30 detik
Ini merupakan proses blooming , untuk membuang gas di dalam kopi.
Untuk kopi yang fresh atau berusia < 1 minggu dari roast date, kamu bisa pakai waktu blooming yang lebih lama
Pastikan semua biji kopi pada permukaan basah secara merata.
Tuang 90 gram air. Pastikan aliran air pelan, dengan gerakan memutar yang stabil.mengikuti arah jarum jam
Tunggu hingga genangan air hampir kering, sebelum tuangan terakhir.
Tuang 105 gram air dengan aliran air dan gerakan menuang yang sama seperti sebelumnya.
Taste Notes:
Lavender, Peach, Strawberry, Tea Finish
Pro tips:
Seperti resep v60 yang pernah kami post sebelumnya, pada metode ini kami juga menggunakan metode tuang mengikuti arah jarum jam. Agar air yang mengalir di dalam kopi mengikuti cetakan yang terdapat pada v60.
Metode tuang yang melawan arah jarum jam, berarti aliran air kamu juga akan melawan bentuk cetakan v60. Dan hal ini dapat meningkatkan ekstraksi.
Untuk resep manual brew lainnya 👇
Manual Brew Beans
Seasonal and delicious light or medium roasted coffee - highlighting the flavour and complexity of each origin.
Cara Three Folks Memaksimalkan Experience Minum Kopi Lewat Packing Biji Kopi
Tahukan kamu? Kalau kenikmatan meminum kopi bukan hanya dari aroma atau rasa kopi saja? Tapi juga dari aspek visual dan edukasi tentang biji kopi.
Tahukan kamu? Kalau kenikmatan menikmati kopi bukan hanya dari aroma atau rasa kopi saja? Tapi juga dari aspek visual dan edukasi.
Ga percaya? Yuk kita coba berimajinasi lewat perbandingan simpel antara kopi A dan kopi B.
Bayangkan kamu dihidangkan biji kopi A. Biji kopi ini disimpan di toples, tanpa tulisan atau stiker apapun. Kemudian saat meminumnya, kamu bisa merasakan kopi yang manis dengan aroma dan rasa buah.
Kemudian kamu dihidangkan biji kopi B. Biji kopi ini disimpan dalam coffee pouch warna putih yang dilengkapi dengan stiker. Di stiker tersebut kamu bisa melihat kalau biji kopi ini berasal dari Solok, di Desa Aie Dingin, diproses menggunakan proses honey. Saat kopi disajikan, kamu bisa bisa merasakan kopi yang manis dengan aroma dan rasa buah. Dan kamu bisa mencoba mengidentifikasi rasa-rasa tersebut lebih jauh lewat ilustrasi pada stiker: bahwa kopi ini memiliki rasa buah jeruk mandarin, rasa manis seperti tebu, dan aroma seperti teh.
Kira-kira kamu bisa lebih menikmati biji kopi A atau biji kopi B? Yah, dari ketidakadilan jumlah kata pada paragraf sebenarnya sudah ketebak jawaban yang saya ingin kamu pilih.
Tapi bisa jadi, kamu adalah salah satu yang tidak percaya dengan kekuatan aspek visual dan menganggapnya sebagai perintilan basa basi.
Untuk memperkuat argumen saya, kamu bisa coba menonton film dokumenter di Netflix yang berjudul Sour Grapes. Kisah seseorang bernama Rudy Kurniawan yang berhasil menipu ahli wine dari seluruh dunia. Modus operandinya adalah mencampurkan wine-wine murah, mengemasnya dalam botol mahal dan label yang bagus, dan menjualnya dengan harga layaknya wine mahal.
Kisah ini adalah salah satu bukti bahwa aspek-aspek lain yang mengelilingi sebuah produk, seperti story-telling dan aspek visual, memiliki peran penting dalam experience mengkonsumsi sebuah produk. Termasuk kopi.
Karena itu, kami di Three Folks menempatkan fokus lebih kepada pengemasan tiap biji kopi.
Solok Orange Tea
Cara Three Folks Memaksimalkan Experience Minum Kopi Lewat Packing Biji Kopi
Selain menyegel coffee pouch dengan rapat untuk memastikan kesegaran biji kopi, kami juga memperhatikan setiap detail kecil untuk meningkatkan experience dalam menyeduh dan meminum kopi.
Dalam setiap manual brew coffee beans Three Folks, kamu akan mendapatkan:
Unique Coffee Beans Sticker: setiap biji kopi memiliki stiker yang didesign secara khusus untuk menonjolkan keunikan dari setiap biji kopi.
Origin and Taste Notes Card: Informasi edukatif tentang biji kopi yang menjelaskan mengenai cita rasa, proses pasca panen, dan asal muasal biji kopi.
Brewing Recipe Card: Tersedia untuk alat seduh V60 / Aeropress / French Press yang dikurator oleh roaster kami - Felix. Kamu bisa juga chat ke 081384320840 untuk tanya-tanya atau request resep lainnya ya.
Three Folks’ Signature Blue Box: kemasan dengan design elegan yang juga berfungsi melindungi biji kopi kamu.
Penasaran dengan experience menikmati kopi dari Three Folks? Langsung beli lewat link ini aja Folks! 👉 Three Folks - Manual Brew Beans
Papua Jungle Jiggle (Papua Maksum) diproses oleh bapak Bram Martin, salah seorang prosesor yang berdedikasi tinggi untuk memperkenalkan kopi dari Bumi Papua.